alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Ini Imbauan ASN di Wonogiri saat Beli Beras, Manfaatkan Resi Gudang

16 Mei 2020, 16: 02: 14 WIB | editor : Perdana

Pedagang beras di Pasar Induk Wonogiri Kota menata dagangan, kemarin (15/5).

Pedagang beras di Pasar Induk Wonogiri Kota menata dagangan, kemarin (15/5). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pemkab mendorong aparatur sipil negara (ASN) membeli beras dengan memanfaatkan resi gudang. Tujuannya agar pendapatan asli daerah (PAD) bertambah.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, Kota Sukses memiliki 32 ribu hektare sawah dengan potensi panen beras cukup tinggi. "Kami juga punya banyak ASN. Kebutuhan pangan pokok kan pasti beras. Dengan adanya Perda Aneka Usaha, kami bekerja sama dengan pihak-pihak yang konsentrasi bisnis beras untuk menyediakan beras bagi ASN,” jelasnya, kemarin.

Pemkab telah menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang dikelola para anak muda. Skema yang diusung bertujuan agar produksi beras tidak lepas dari Wonogiri. Potensi lokal ini akan dikelola secara profesional dengan harga kompetitif.

“Diharapkan nanti ASN bisa membeli beras di situ,” ungkapnya. Dengan cara tersebut banyak keuntungan yang diperoleh. Antara lain pemberdayaan potensi pertanian di Wonogiri, sekaligus menjaga harga beras stabil.

Hasil kerja sama pemkab, BUMD, dan BUMP tersebut diharpakan turut menyumbang bertambahnya PAD yang merosot karena terdampak Covid-19. "PAD akan mendapatkan pendapatan baru dari bisnis beras,” ucapnya. 

Bupati mengamini telah menerbitkan surat edaran nomor 500/2966 yang ditujukan kepada para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengimbau ASN jajarannya membeli beras lewat sistem resi gudang. 

"Imbauan saja, membangun kesadaran. Semisal mau beli beras di pasaran, harganya kan sama juga. Tapi beli di luar tidak ikut berkontribusi (sumbang PAD), tapi kalau beli lewat sini (resi gudang) kan bisa berkontribusi membantu daerah. Mending sama-sama beli, tapi juga ikut berkontribusi," jelas bupati yang akrab disapa Jekek itu. 

Guna menyukseskan program tersebut, Jekek menggencarkan sosialisasi. Targetnya akhir bulan ini sudah berjalan dengan baik. “Kebetulan kami panen raya, stok beras sudah ada. Lagalitas sudah terpenuhi dan imbauan lewat surat edaran juga sudah ada. Tinggal nanti pelaksanaannya saja," beber dia.

Di lain sisi, jelang Lebaran, harga beras di Pasar Induk Wonogiri Kota stabil. “Sekitar Rp 10.500 - Rp 11 ribu per kilogram,” ujar Nana, salah seorang pedagang beras. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia