alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Pandemi Korona, Seleksi Peparnas Ditunda

17 Mei 2020, 11: 15: 59 WIB | editor : Perdana

LINCAH: Atlet tenis meja Jawa Tengah Osrita Muslim saat berlatih bersama pelatnas NPC di Solo Baru, belum lama ini.

LINCAH: Atlet tenis meja Jawa Tengah Osrita Muslim saat berlatih bersama pelatnas NPC di Solo Baru, belum lama ini. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG - National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah menunda seleksi atlet Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas). Hal tersebut lantaran adanya pandemi yang menyebabkan pelaksanaan Peparnas Papua mundur hingga Oktober 2021.

Sekretaris NPC Jateng, Priyono menuturkan sebenarnya sebanyak 250 atlet paralimpik Jateng sudah mengikuti pembinaan Program Jangka Panjang (PJP) sejak 2019 lalu. Dan sesuai rencana, pihaknya akan melakukan seleksi terhadap atlet tersebut setelah PJP selesai pada Mei ini. Sayangnya wacana tersebut terpaksa dibatalkan. Mengingat saat ini berbagai macam kegiatan olahraga dihentikan sementara. Termasuk juga seleksi atlet tersebut.

”Sebenarnya kita sudah siapkan 250 atlet yang sudah terdaftar di PJP kita dari PPLPD, PSOJP dan SKO. Namun karena kondisi tidak memungkinkan ya terpaksa ditunda,” ujarnya.

Dirinya melanjutkan kemungkinan besar proses seleksi akan diundur hingga tahun depan. Hal tersebut menyesuaikan dengan jadwal pelaksanaan pelatda. Mengingat waktu yang diberikan untuk pelatda sekitar tujuh bulan sebelum Peparnas 2021, maka idealnya seleksi dapat dilakukan awal tahun depan pada kisaran bulan Januari dan Februari. Dan sembari menunggu waktu tersebut, pihaknya mengaku telah memulangkan semua atlet ke rumah masing-masing.

”Mereka sementara latihan mandiri dulu. Walaupun tidak maksimal tapi setidaknya itulah yang bisa dilakukan untuk menjaga performa agar tetap stabil,” lanjutnya.

Untuk mengawasi program tersebut, pihaknya mengaku tetap memantau dan membuat program latihan bagi para atlet. Sehingga mereka tetap dalam koridor dan terarah. Tak lupa pihaknya selalu mengingatkan kepada atlet dan orang tuanya untuk selalu menjaga kesehatan.

“Atlet normal sehat yang rajin olahraga saja bisa terkena korona. Makanya kita harus lebih waspada dari mereka,” pungkasnya yang juga merupakan atlet pelatnas atletik proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 tersebut.

Sementara itu, terkait pembatalan seleksi tersebut, Ketua Umum NPCI Jateng Osrita Muslim mengaku telah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada seluruh Ketua NPCI Kabupaten/Kota se-Jateng. Surat tersebut telah diterbitkan awal Mei lalu. Pihaknya meminta seluruh anggota faderasi dapat memaklumi dan memantau perkembangan atlet. Walaupun proses seleksi masih tahun depan.

”Atas pertimbangan rasionalisasi anggaran dari Pemprov Jateng untuk penanganan Covid-19, serta antisipasi penyebaran virus corona, maka kami memutuskan untuk membatalkan semua program kerja NPCI Jateng 2020,” tandasnya. (akm/bas/JPG/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia