alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Polresta Tak Akan Keluarkan Izin Pelaksanaan Salat Ied di Tempat Umum

18 Mei 2020, 09: 57: 19 WIB | editor : Perdana

Salat Ied yang digelar di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta tahun lalu. Tahun ini salat Idul Fitri tidak diselenggarakan di tempat umum.

Salat Ied yang digelar di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta tahun lalu. Tahun ini salat Idul Fitri tidak diselenggarakan di tempat umum. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Takmir masjid di Kota Bengawan diminta mematuhi imbauan dari pemerintah dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini. Yakni, tidak menggelar salat Ied di tempat umum.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai mengatakan, sebelumnya polresta sudah mengumpulkan para takmir masjid dan menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) guna membantu menyosialisasikan kebijakan dari pemerintah terkait pelaksanaan salat Ied. 

“Kami tidak akan mengeluarkan izin terkait pelaksanaan salat Ied di tempat umum. Dasar kami adalah surat edaran dari Kemenag. Kami sudah koordinasi dengan pemkot. Tidak akan menggunakan izin fasilitas umum untuk salat Ied. Termasuk dari MUI juga sudah ada panduan terkait pelaksanaan salat Ied di rumah. Ya saya harap masyarakat bisa memahami kondisi ini,” tambah Kapolresta.

Soal salat Tarawih, Andy mengatakan, dari  laporan yang dia dapat, dari 706 masjid di Kota Bengawan, masih ada 162 masjid yang melaksanakan salat Tarawih berjamaah. “Kami sudah imbau, tapi mereka menganggap yang melaksanakan kelompok mereka saja. Tidak ada warga luar,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DMI Surakarta K.H. Syamsudin mengatakan, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada takmir masjid di Kota Bengawan agar mengikuti apa yang telah menjadi fatwa dari MUI No 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19 yang keluar Rabu (13/5).

“Dalam fatwa itu ada beberapa klasifikasi. Intinya kita harus mencari aman. Tetap beribadah, tapi tetap menjaga kesehatan dan keselamatan kita dan orang lain. Memang yang paling aman menghindari shalat Ied berskala besar. Sebab apabila dilaksanakan di lapangan, risikonya tinggi,” katanya.

Lalu bagaimana bila pelaksanaan salat Ied dilaksanakan di masjid kampung? Syamsudin mengatakan, harus melihat kondisi sekitar dan pastikan kawasan tersebut bebas dari korona. 

“Tapi kalau kita ragu, lebih baik jangan. Lebih baik kita mencegah daripada ada penyesalan. Toh masih ada cara lain. Karena kondisi saat ini berbeda. Insya Allah maknanya sama,” tambah Syamsudin.

MUI sendiri, lanjut Syamsudin, sudah mengeluarkan panduan untuk pelaksanaan salat Ied, baik di masjid maupun rumah. Untuk pelaksanaan salat di masjid masih seperti biasanya, namun untuk khotbah dilaksanakan dalam waktu yang singkat. “Kemudian ada tambahan doa agar kondisi ini cepat membaik,” tuturnya

Untuk pelaksanaan salat Ied di rumah secara berjamaah minimal jamaah empat orang, satu menjadi imam dan tiga menjadi makmum. Apabila jamaah kurang dari empat orang atau anggota keluarga tidak ada berkemampuan untuk khotbah, maka diperbolehkan tanpa khotbah. “Begitu pula dengan salat seorang diri,” tambahnya. (ves/bun/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia