alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Pelayanan Posyandu Bakal Digelar Lagi, Pakai Protokol Kesehatan Ketat

18 Mei 2020, 11: 23: 07 WIB | editor : Perdana

Pelayanan di Posyandu Kenanga 7, Dusun Kedungsono, Desa Bulusulur, Wonogiri Kota beberapa waktu lalu.

Pelayanan di Posyandu Kenanga 7, Dusun Kedungsono, Desa Bulusulur, Wonogiri Kota beberapa waktu lalu. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pelaksanaan posyandu yang sempat terhenti sebagai antisipasi penyebaran Covid-19, akhirnya mulai dipersiapkan agar bisa kembali digelar. Hal ini dilakukan guna memantau tumbuh kembang anak yang sempat terganggu karena pandemi Covid-19.

"Pelaksanaan pelayanan posyandu untuk balita mulai dipersiapkan. Dibuka sesuai jadwal masing-masing wilayah," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri Adhi Dharma, kemarin (17/5).

Demi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, beberapa regulasi diberlakukan. Pihak dinkes sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Prototipe posyandu yang melaksanakan pelayanan juga sudah berjalan.

Prototipe tersebut adalah Posyandu Kenanga 7 Kedungsono, Desa Bulusulur, Wonogiri Kota. Beberapa waktu lalu dilakukan uji coba dalam hal pelayanan. Adhi Dharma  mengatakan, kegiatan pelayanan di posyandu itu bisa berjalan dengan baik.

"Kebijakan pelaksanaan diserahkan kepada masing-masing kepala puskesmas yang ada di Wonogiri," ungkapnya. 

Pelaksanaan kegiatan posyandu diawasi oleh petugas puskemas yang sudah paham protokol kesehatan yang harus dilakukan.

Adhi mengatakan, seorang ibu yang mengantarkan anaknya ke posyandu akan memiliki tingkat keamanan lebih baik daripada ketika ibu tersebut berbelanja ke pasar ataupun toserba. Sebab, ketika di posyandu mereka akan dicek suhu tubuhnya dan diharuskan untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk ke posyandu. Semisal mereka tidak memakai masker, pihaknya pun telah menyediakan masker.

Petugas kesehatan dari puskesmas juga akan melakukan screening ketat kepada para kader yang bertugas di posyandu. Khususnya sebelum melakukan pelayanan di posyandu. Ditegaskan Adhi, screening wajib dilakukan demi memberi aman ke semua pihak. Para petugas yang melakukan pelayanan dipastikan sehat, begitu pun dengan sasaran layanan pelayanan posyandu.

”Semisal sakit nanti dipulangkan, petugas puskesmas yang akan menuju ke rumahnya nanti,” jelasnya.

Apa dampaknya bila pelayanan posyandu tidak segera dilakukan? Adhi mengatakan, petugas kesehatan akan kesulitan memantau tumbuh kembang anak. Baik tinggi badan, berat badan hingga ke aspek perkembangan ibu yang sedang hamil. Hal ini juga dilakukan untuk mengurangi angka drop out imunisasi.

”Semisal setelah diimunisasi anak panas, itu reaksi. Tidak perlu panik,” kata Adhi.

Selain itu, di meja penyuluhan, pengunjung posyandu akan ditanya beberapa hal mendalam. Seperti adakah keluarga di satu rumahnya yang pulang dari perantauan. Semisal ada, mereka akan diedukasi mengenai protokol yang harus dilakukan anggota keluarganya tersebut. 

Kepala UPTD Puskesmas Ngadirojo Rita Yuliandari menuturkan, pihaknya saat ini sedang melakukan koordinasi dengan kepala desa dan camat. "Saat ini sedang kami koordinasikan dengan mereka dan juga kader untuk membantu pelaksanaan imunisasi yang sempat tertunda karena Covid-19," ucapnya. (al/nik/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia