alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Temuan Kerangka Mayat Puhpelem Masih Misteri, Jenis Kelamin Perempuan

18 Mei 2020, 12: 10: 06 WIB | editor : Perdana

Polisi melakukan proses evakuasi kerangka mayat di Kelurahan Giriharjo, Kecamatan Puhpelem, beberapa waktu lalu.

Polisi melakukan proses evakuasi kerangka mayat di Kelurahan Giriharjo, Kecamatan Puhpelem, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Share this      

WONOGIRI – Polres Wonogiri masih menyelidiki penemuan kerangka mayat di Kecamatan Puhpelem. Warga diminta melapor apabila ada anggota keluarga atau teman yang hilang.

"Hingga saat ini kami masih dalam upaya penyelidikan," ungkap Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin. 

Olah tempat kejadia perkara (TKP) juga telah dilakukan. Kapolres ikut turun ke lapangan. "Dari hasil olah TKP awal dan pengamatan, kerangka tersebut berjenis kelamin perempuan. Hal ini dilihat dari pakaian dan rambut panjang yang ditemukan di lokasi,” ujar kapolres.

Sebelumnya, kerangka manusia yang ditemukan bersama dengan jaket berwarna merah, kaos hijau, dan celana jeans itu diduga berjenis kelamin laki-laki. Namun, belakangan kuat dugaan mayat yang tinggal kerangka itu adalah perempuan. Turut ditemukan cincin di sekitar kerangka tersebut, namun tidak ada dompet ataupun kartu identitas yang ditemukan.

Kapolres mengatakan, dalam satu dua bulan terakhir tidak ada warga sekitar yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Termasuk tak ada laporan orang hilang dengan ciri-ciri pakaian yang sama seperti yang ditemukan pada kerangka tersebut.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan polres-polres yang ada di Jawa Tengah maupun di luar Jawa Tengah, seperti Jawa Timur yang berdekatan dengan Kecamatan Puhpelem. Khususnya untuk mengabarkan kepada masyarakat terkait penemuan kerangka mayat tersebut. Setelah olah TKP awal, polisi melakukan lidik untuk mengungkap kejadian sebenarnya.

Tobing mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah kerangka mayat tersebut merupakan korban pembunuhan atau tidak. "Kami pastikan identitas dulu, kemudian kami akan kumpulkan keterangan-keterangan dari saksi maupun alat bukti. Setelah itu, akan ketemu titik terangnya," bebernya.

Berdasarkan hasil penyisiran lokasi, juga tidak ditemukan barang-barang mencurigakan, seperti pisau atau benda tajam lainnya. "Bila merasa ada yang kehilangan keluarga, orang terdekat atau masyarakat di sekitar tempat tinggalnya yang memiliki ciri-ciri seperti itu, segera melapor ke kepolisian terdekat. Baik yang jenis kelamin perempuan atau laki-laki," papar Tobing.

Sementara itu, Camat Puhpelem Jaiman membenarkan terkait jenis kelamin kerangka mayat tersebut. "Ternyata perempuan, setelah ada pemeriksaan kemarin," kata dia. (al/nik/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia