alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Gencar Sosialisasi dan Monitoring Penyerahan Bansos

18 Mei 2020, 14: 28: 47 WIB | editor : Perdana

TERJUN LANGSUNG: Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani serahkan bansos ke warga di kantor Kelurahan Tonggalan, Klaten Tengah, Jumat (15/5).

TERJUN LANGSUNG: Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani serahkan bansos ke warga di kantor Kelurahan Tonggalan, Klaten Tengah, Jumat (15/5). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten rutin menggelar sosialisasi sekaligus pantauan terhadap penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos). Memastikan mekanisme bansos dipahami dan diterima masyarakat. 

KETUA Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani bahkan turun gunung, menyosialisasikan dan memantau penyaluran bansos. Seperti saat memantau penyaluran bantuan sosial tunai (BST) di Kantor Pos Klaten, Kamis (14/5). Disusul penyerahan bansos dari pemkab di kantor Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah, Jumat (15/5). Di sela kegiatan tersebut, Mulyani juga menyosialisasikan berbagai jenis bansos yang diterima masyarakat.

Bansor dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten bersumber dari APBD. Menyasar 33.670 kepala keluarga (KK). Berupa sembako, per bulan senilai Rp 200.000. Diberikan selama tiga bulan. Terutama warga miskin terdampak pandemi virus korona (Covid-19). Namun tidak tercatat dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan nontunai (BNPT), bantuan langsung tunai (BLT), dan bantuan sosial tunai (BST).

“Tahap pertama bantuan dari pemkab sudah dalam proses. Kami harapkan tahap kedua bisa segera dilakukan. Bagi mereka yang tidak ter-cover sudah kami usulkan untuk mendapatkan bantuan dari Pemprov Jawa Tengah sebanyak 32.533 KK. Kriteria dan wujud bantuannya sama,” ucap Mulyani, Minggu (17/5).

Bansos yang diberikan cukup beragam. Ada bansos yang bersumber dari dana desa (DD). Yakni bantuan langsung tunai (BLT) berupa uang Rp 600.000 per bulan. Diberikan selama tiga bulan. Penerimanya merupakan KK miskin terdampak Covid-19 yang tidak masuk DTKS hasil pendataan gugas dan relawan desa. Serta yang tidak masuk BST, PKH, dan BPNT.

Ada pula bansos yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos), yakni BST. Berupa uang tunai Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan. Penerimanya adalah KK miskin terdampak Covid-19 yang diprioritaskan terdaftar dalam DTKS, PKH, dan BPNT.

“Jumlah penerima BST yang ditransfer melalui rekening 11.894 KK. BST yang melalui kantor pos 40.035 KK. Ada tambahan lagi 26.727 KK, juga melalui kantor pos yang dimulai minggu depan (pekan ini),” imbunya.

Ada pula bansos dari Kemensos yang sudah terprogram, yakni BPNT berupa sembako per bulan Rp 200.000. Penerimanya adalah KK miskin yang terdaftar dalam DTKS. Di Klaten, terdapat 107.193 KK yang berhak menerima. Namun ada perluasan BPNT yang menyasar 35.399 KK. Saat ini dalam proses pemberian kartu yang bisa digunakan dengan mesin EDC pada e-Warong.

Bantuan lain dari Kemensos yang sudah terprogram, yakni PKH berupa uang tunai. Ditransfer melalui rekening masing-masing. Penerima PKH adalah KK miskin yang terdaftar dalam DTKS. Di Klaten terdapat 57.184 KK penerima bantuan.

“Besaran bantuan tergantung komponen-komponennya. Sehingga setiap keluarga berbeda menerimanya. Misalnya lansia Rp 3 juta per tahun. Pencairannya dibagi dalam empat tahap,” terang Koordinator PKH Kabupaten Klaten Theo Markis.

Do tengah pandemi korona, ada penambahan nominal bantuan sebesar 25 persen yang diterima per tahun. Misalnya, lansia yang awalnya menerima Rp 3 juta per tahun, kini ditambah Rp 750.000. Tambahan nominal bantuan ini dicairkan selama tiga bulan berturut-turut. Mulai April-Juni. Sehingga tiap bulan menerima tambahan Rp 250.000. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia