alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

2 Bulan Solo KLB Covid Masyarakat Mulai Abai, Padati Pusat Belanja

19 Mei 2020, 13: 48: 07 WIB | editor : Perdana

Jalan-jalan Kota Solo mulai bergeliat kendaraan roda dua dan empat.

Jalan-jalan Kota Solo mulai bergeliat kendaraan roda dua dan empat. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Dua bulan status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19 di Solo, bukannya semakin ketat menerapkan social and physical distancing. Namun, banyak masyarakat yang justru mulai abai dengan protokol kesehatan Covid-19. Mereka mulai memadati sejumlah toko modern di Kota Bengawan. Termasuk anak-anak muda yang nongkrong.

Tidak mau kecolongan, Satpol PP Kota Surakarta langsung terjun menertibkan mereka agar mematuhi protokol kesehatan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Surakarta Sutarjo membenarkan beberapa hari terakhir pihaknya kerap mendapat laporan soal meningkatkan keramaian di ruang publik seperti mal dan lokasi nongkrong anak muda. Meski demikian, pihaknya harus membuktikan sendiri kebenaran laporan masyarakat itu sebelum mengambil tindakan lebih jauh. 

“Kami sesekali dapat laporan soal ini. Masyarakat mulai abai soal social dan physical distancing di ruang publik. Imbauan jaga jarak kadang mulai tidak dipatuhi,” kata dia, kemarin.

Pusat perbelanjaan BTC dipadati pengunjung yang rata-rata merupakan reseller.

Pusat perbelanjaan BTC dipadati pengunjung yang rata-rata merupakan reseller. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Untuk memaksimalkan pengawasan itu, operasi cipta kondisi bakal diperketat. Untuk pengawasan pusat perbelanjaan, toko modern, dan mal akan dilakukan pada siang hari. Sementara pengawasan tempat nongkrong anak muda dilakukan selepas Magrib hingga malam hari. 

“Nanti kami pantau dulu. Kalau benar ada pelanggaran, akan kami beri teguran untuk pengelola dan pengunjungnya. Kalau masih nekat, akan kamu beri peringatan tertulis dan bina di kantor,” jelas Sutarjo.

Teguran paling keras juga disiapkan guna antisipasi pelanggaran yang berkelanjutan. Pengelola tempat usaha yang abai akan social dan physical distancing akan diberi peringatan keras hingga ancaman pencabutan izin usaha. 

“Masyarakat yang mengetahui adanya pelanggaran juga boleh lapor ke kami. Nanti langsung kami tindak lokasi atau keramaian yang ada,” tegas dia.

Sekadar informasi, kegiatan cipta kondisi yang dilakukan Satpol PP Kota Surakarta menggandeng aparat kepolisian dan TNI dengan berkeliling di pusat-pusat keramaian di Kota Solo hingga masuk ke pemukiman warga. Ini dilakukan agar imbauan jaga jarak dan berdiam diri di rumah tetap dijalankan masyarakat seperti semestinya. 

“Patroli kami 24 jam penuh. Personelnya dibagi ada yang betugas pagi sampai malam dan malam sampai paginya. Biasanya kalau menemui pelanggaran di lapangan langsung kami tertibkan,” kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Surakarta Agus Sis Wuryanto. (ves/bun/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia