alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Ditelepon Presiden Jokowi, Wali Kota Solo Minta BST Diganti Sembako

19 Mei 2020, 13: 54: 15 WIB | editor : Perdana

Pemkot bagikan zakat fitrah kepada warga tidak mampu di balai kota, kemarin (18/5).

Pemkot bagikan zakat fitrah kepada warga tidak mampu di balai kota, kemarin (18/5). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo meminta pemerintah pusat mengganti program bantuan sosial tunai (BST) menjadi bantuan sembako. Hal tersebut dianggap lebih tepat sasaran daripada berwujud uang.

Wali kota mengaku ditelepon langsung oleh Presiden Joko Widodo pekan lalu. Dalam sambungan telepon tersebut presiden juga sempat memiliki pandangan yang sama dengan usul Rudy. 

“Beliau (Presiden Jokowi) menawari BST apa sembako. Menurut saya lebih tepat sembako. Sebab, bantuan sosial tunai itu nanti asas kemanfaatannya tidak tepat. Bisa dipakai untuk beli pulsa, beli rokok,” katanya, kemarin.

Sembako, lanjut Rudy, dinilai lebih irit. Misalnya dana BST Rp 600 ribu bisa digunakan dua hingga tiga kali pembagian sembako. Sembako yang dibagikan pun dimasak untuk kepentingan keluarga sehingga lebih irit. 

“Kalau sekarang Rp 600 ribu sebulan, kalau sembako bisa 250 ribu sebulan, bisa cukup itu untuk tiga keluarga,” ucapnya.

Wali kota juga mengaku sempat diajak rapat dengan sekretariat presiden. Dalam rapat tersebut disampaikan bila pada 18 sampai 19 Mei sembako akan dikirim ke Solo. “Langsung kami masukkan ke gudang, nanti untuk distribusi Juli,” katanya.

Terkait pelaksanaan pembagian BST, pemkot melakukan verifikasi data sejak awal. Kepala kantor pos diundang dan diminta datanya. Selanjutnya data itu diverifikasi tim pemkot. “Harapan saya BST nanti betul-betul tepat sasaran bagi warga masyarakat yang membutuhkan dan terdampak Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Surakarta Ahyani menambahkan, sembako memang dirasa lebih banyak bermanfaat. Pasalnya kebutuhan pokok warga dapat terpenuhi.  “Kalau uang nanti digunakan kebutuhan sekunder bahkan tersier kita nggak tahu,” katanya. (irw/bun/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia