alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Puluhan Warga Kraguman Kembalikan BST Salah Sasaran, PNS hingga Kades

19 Mei 2020, 14: 19: 42 WIB | editor : Perdana

Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani beri bantuan sembako ke warga Desa Kraguman, Jogonalan, kemarin.

Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani beri bantuan sembako ke warga Desa Kraguman, Jogonalan, kemarin. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Fenomena warga menolak bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) juga terjadi di Desa Kraguman, Kecamatan Jogonalan, Klaten. Terdapat 28 kepala keluarga (KK) penerima BST yang menolak. Latar belakangnya ada yang pegawai negeri sipil (PNS), kepala desa (kades), hingga perangkat desa.

Camat Jogonalan Sutopo menjelaskan, penyaluran BST untuk 28 KK tersebut sedianya melalui PT Pos Indonesia. Namun karena merasa mampu, mereka memutuskan menolak bantuan tersebut.

“PNS ada tiga KK yang tidak ambil BST. Kades dan perangkat desa ada enam KK. Pensiunan yang tidak ambil dua KK. Sisanya warga yang mampu. Ditambah 17 KK sudah meninggal dunia dan tidak punya ahli waris,” terangnya, kemarin (18/5).

Sutopo menambahkan, sesuai imbauan pemerintah, PNS, TNI dan Polri tidak berhak menerima BST. Pihak kecamatan sudah mengambil berbagai langkah terkait data BST yang tidak tepat sasaran tersebut.

“Sudah dimusyawarahkan oleh pemerintah desa setempat. Juga diusulkan untuk penggantian penerima BST sesuai ketentuan berlaku. Sudah dilakukan sebelum undangan pengambilan BST sampai ke tingkat desa,” paparnya. 

Sutopo memastikan, proses peralihan ke warga yang lebih berhak dilakukan secara sukarela. Tanpa ada paksaan. Sebagai bentuk keikhlasan dan sikap legawa.

“Data penerima BST yang tidak mengambil dengan berbagai latar belakang sedang kami kumpulkan. Besok (hari ini), laporan dari seluruh sekretaris desa di Kecamatan Jogonalan sudah ada semua. Total penerima BST se-Jogonalan 1.962 KK,” urainya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani mengapresiasi sikap PNS, kades, dan sebagainya yang menolak BST karena merasa mampu. 

“Data terakhir yang saya terima, penerima BST di Klaten 83 ribu KK. Penerima BST yang ditransfer melalui rekening 11.894 KK. Memang ada kekeliruan 339 KK. Tapi saya dengan dinas sosial sudah mengambil langkah mencoret. Dan sudah kami laporkan ke pemerintah pusat agar di tahap selanjutnya tidak menerima bantuan lagi,” ucap Sri Mulyani usai menyerahkan bantuan paket sembako dari pemkab kepada warga Desa Kraguman, kemarin.

Bagi warga penerima yang merasa mampu dan ingin mengalihkan ke yang lebih berhak, akan difasilitasi pemerintah desa. Sri Mulyani berharap ke depan, penyaluran berbagai jenis bantuan sosial dari pemerintah tepat sasaran. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia