alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Mantan Bupati Sragen Siap Komersilkan Ramuan Herbal Penangkal Covid-19

19 Mei 2020, 15: 03: 56 WIB | editor : Perdana

Mantan bupati Untung Wiyono dan mantan calon wali kota Anung Indro menunjukkan ramuan herbal Contravid yang kini tinggal menunggu proses perizinan.

Mantan bupati Untung Wiyono dan mantan calon wali kota Anung Indro menunjukkan ramuan herbal Contravid yang kini tinggal menunggu proses perizinan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono bersama mantan calon wali kota Solo Anung Indro Susanto mengomersilkan ramuan herbal, yang diklaim mampu melawan Covid-19. 

Keduanya mengupayakan produk ramuan herbal yang dinamai Contravid itu bisa dijual di pasaran. Ramuan dari racikan empon-empon ini diklaim meningkatkan imunitas. Minuman ini dikemas dalam botol dengan ukuran 250 ml.

”Ini memang difokuskan untuk pencegahan virus korona, namun bisa juga untuk masalah kesehatan lain, seperti asma,” ungkap Untung.

Soal izin, saat ini telah didaftarkan di Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen. Harapannya, proses perizinan segera rampung dan pekan ini sudah bisa dipasarkan. Sejauh ini, kata Untung, sudah diuji coba pada para pasien yang reaktif rapid test dan efeknya banyak yang swab test-nya negatif.

Peracik ramuan herbal ini, Tri S Dewoputro menyampaikan, ramuannya sebenarnya sudah dibuat sejak marak virus Sars pada 2004 lalu. Bahan dasarnya dari empon-empon pilihan yang dikemas secara higienis.

”Soal penjualan dan perizinan produk dibantu Pak Anung. Saya bantu meracik bahan-bahannya saja,” jelasnya.

Salah seorang yang sudah mencoba ramuan herbal adalah M, 30, mantan pasien reaktif rapid test Covid-19. Dia jadi salah satu pasien dari klaster Gowa. ”Padahal kami rombongan Sragen hanya sehari, dan pulang pergi naik pesawat. Namun, saat menjalani rapid test dinyatakan reaktif,” ujar warga Kecamatan Ngrampal ini.

Akhirnya  dia mencoba ramuan ini. Kondisi kesehatan dan pernapasan di bagian tenggorokan pun membaik. ”Saya minum lima botol saat diisolasi di SMS (gedung Sasana Manggala Sukowati), ketika keluar hasil swab dinyatakan negatif,” terangnya. (din/nik/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia