alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Peduli Covid-19, Eva Yuliana Serahkan Bantuan APD dan Sembako

19 Mei 2020, 18: 10: 16 WIB | editor : Perdana

Peduli Covid-19, Eva Yuliana Serahkan Bantuan APD dan Sembako

KLATEN – Masa reses anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana dihabiskan untuk melakukan kegiatan peduli korban Covid-19. Beragam kegiatan dilakukan di Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah, meliputi Kota Solo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Boyolali, berkoordinasi dengan Pemkab, TNI, Polri, dan kelompok masyarakat.

Seperti yang dilakukan di Klaten, wakil rakyat dari Partai Nasdem, Eva menggandeng Paguyuban Seduluran Saklawase untuk membagikan 100 paket sembako. Eva juga menyerahkan 110 alat pelindung diri (APD) kepada Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten.

“Sekarang semua pihak harus waspada terhadap Covid-19. Tidak hanya petugas medis, aparat pemerintah, dan TNI-Polri. Sebagai masyarakat kita harus taat terhadap aturan yang sudah berjalan. Jika disuruh physical distancing, pakai masker, cuci tangan, harus ditaati,” ujar Eva Yuliani.

Untuk memaksimalkan pengawasan ataupun kontrol terhadap program yang dimiliki pemerintah pusat hingga ke daerah, dia sudah beberapa bulan serius mengawasi perkembangan Covid-19 di Dapilnya. Termasuk memberikan bantuan APD, masker, dan sembako kepada petugas maupun masyarakat.

“Kemarin kami di Klaten, hari ini di Boyolali, menyerahkan bantuan ke Gugus Tugas. Sebelumnya kami juga menyerahkan bantuan APD maupun masker kepada masyarakat melalui Pemkot Solo. Kami juga telah melakukan penyerahan 150 APD bekerjasama dengan Polres Sukoharjo,” jelasnya.

Eva berharap dengan pola kerjasama ini akan memudahkan pendistribusian penyaluran bantuan kepada masyarakat. Persoalan Covid-19 bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Namun masyarakat juga diajak untuk turut aktif melakukan pencegahan penyebarannya.

Dia merasakan bahwa saat ini tenaga medis, TNI-Polri, menjadi garda depan dari penanganan Covid-19, sehingga memiliki resiko paling tinggi terjangkit. Maka dari itu, dia berharap agar seluruh masyarakat mendukung program yang dimiliki masing-masing instansi.

“Momen Lebaran biasanya dijadikan ajang mudik bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal ini memicu resiko penyebaran Covid-19 menjadi semakin tinggi. Saya minta untuk para pemudik untuk taat dan patuh terhadap peraturan yang sudah dibuat,” pungkasnya. (ren/oh)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia