alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Dukungan Mengalir untuk Pemeliharaan TSTJ

19 Mei 2020, 20: 57: 24 WIB | editor : Perdana

PEDULI SATWA: Relawan Sedulur Kayu dan Mebel (Sekabel) Indonesia menyalurkan donasi untuk Taman Satwa Taru Jurug di Balai Kota Surakarta, Senin (18/5).

PEDULI SATWA: Relawan Sedulur Kayu dan Mebel (Sekabel) Indonesia menyalurkan donasi untuk Taman Satwa Taru Jurug di Balai Kota Surakarta, Senin (18/5). (ISWARA BAGUS/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO –  Prihatin dengan kondisi satwa Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), relawan Sedulur Kayu dan Mebel (Sekabel) Indonesia menyumbang Rp 50 juta untuk menutupi kebutuhan pakan hewan satwa,(19/5). Keprihatinan itu menyusul tidak adanya pemasukan TSTJ usai ditutup karena mewabahnya Covid-19.

Ketua Umum Sekabel Indonesia, Setyo Wisnu Broto mengatakan, pandemic Covid-19 tidak hanya menyusahkan manusia, tetapi hewan satwa yang mesti dilestarikan juga ikut terkena dampaknya. Menurutnya, TSTJ ini harus dijaga untuk anak cucu di Kota Solo, bahkan Indonesia.

”Inilah bentuk kepedulian kami untuk TSTJ. Kami berikan bantuan tersebut kepada operasional gaji para karyawan dan pakan hewan. Sehingga meski terdampak Covid-19, hewan satwa tersebut masih ada yang mengurus. Apalagi selama pandemi, mereka (karyawan) tidak semua masuk golongan PNS, sehingga hanya mengandalkan gaji dari tiket masuk TSTJ. Tentu kami merasa empati,” katanya kepada wartawan, Senin (19/5).

Ditambahkannya, akan ada bantuan kepada TSTJ gelombang kedua. Bantuan diberikan berupa uang tunai, karena TSTJ membutuhkan pakan utama berupa daging yang cukup besar. Daging ini ditujukan kepada hewan satwa buas seperti singa, harimau, buaya, burung pemakan daging, dan lainnya.

Selain memberikan donasi untuk pakan hewan dan kebutuhan karyawan, Sekanel Indonesia juga memberikan 500 paket sembako dan alat pelindung diri (APD) kepada warga terdampak Covid-19 dan rumah sakit. Juga dibantu Dandim 074 Surakarta menyerahkan 100 paket sembako dan Kodim Sukoharjo 50 paket sembako.

”Penyaluran paket sembako melalui Babinsa dan RT, sehingga kami benar-benar mengidentifikasi bantuan sampai ke tangan warga yang membutuhkan,” tuturnya.

Direktur Utama TSTJ Solo, Bimo Wahyu Widodo berharap dengan adanya bantuan tersebut, TSTJ masih bisa kembali beroperasi hingga Agustus mendatang. Sebab, pihaknya telah memprediksi kebutuhan pakan TSTJ hanya bertahan hingga Juli mendatang.

”Sementara ini, kami berharap Agustus sudah mulai beroperasional. Karena kami hanya mematok tiga bulan aman. Namun jika masa Kejadian Luar Biasa (KLB) Solo nanti diperpanjang, kami akan berkoordinasi dengan wali kota dan jajarannya terkait strategi apa yang harus diambil saat KLB diperpanjang. Karena ini keputusan kita bersama,” ungkap Dirut TSTJ.

Dijelaskan, total karyawan TSTJ berjumlah 89 orang. Mereka tidak meliburkan, namun tetap menerapkan protokol kesehatan dalam bekerja. Serta fokus membersihkan kandang hewan dan lingkungan TSTJ. (ryn/adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia