alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Tak Bisa Bayar Kredit, Nekat Begal Tetangga

20 Mei 2020, 15: 09: 11 WIB | editor : Perdana

Tak Bisa Bayar Kredit, Nekat Begal Tetangga

SRAGEN –  Seorang Kuli Bangunan asal Kecamatan Plupuh diringkus jajaran Polsek Plupuh polres Sragen. Karena tak punya uang untuk bayar cicilan motor, pelaku nekat mengancam korbannya dengan arit. Kurang dari 4 jam Korban setelah beraksi, pelaku ditangkap di rumahnya.  

Informasi yang dihimpun, Kejadian ini terjadi pada akhir April lalu sempat mengegerkan masyarakat Dukuh Duwet, Desa Jambangan. Pelaku yakni Saryadi, 50, warga Dukuh Pelem yang kebetulan terlilit hutang Kredit motor. Kejadian dinihari sekitar 02.30 pagi di areal persawahan.

Pelaku mencegat dan menghadang korban suami istri yang hendak menuju pasar. Lantas pelaku mengancam menggunakan arit. Pelaku sengaja menutupi wajahnya dengan sebo agar tidak dicurigai. Kemudian merampas tas milik korban yang berisi uang dan handphone. Korban pun lari dan sembunyi.

Wakapolres Sragen Kompol Eko Mardianto didampingi Kapolsek Plupuh AKP Sunarso Selasa (19/5) menyampaikan korban pasangan suami istri pedagang sayur. Meski memakai penutup wajah, namun gelagat korban mencurigakan dan mudah dikenali.

”Pelaku menggondol uang Rp 3 juta, di dalam tas. Pelaku kali pertama melakukan aksi kejahatan. Motifnya kesulitan ekonomi hutang kredit sepeda motor, Pasal 365 ayat 2 dengan ancaman 15 tahun,” terangnya.

Kapolsek Plupuh AKP Sunarso menyampaikan Korban yakni Puji Astuti, 30, dan suami korban Sugimin, 38, mengenal pelaku karena sering lewat jalan tersebut. Lantas korban yang curiga dengan gelagat pelaku. Korban inisiatif untuk ke rumah kepala desa (Kades) dan melaporan kejadian itu.

”Pelaku ini gaptek dan saat pulang ke rumahnya handphone android milik korban terus berbunyi dan tidak bisa mematikan. Hal ini mencurigakan warga yang sedang ronda. Lantas karena terus bunyi, hape dipukul dengan arit sampai rusak,” tuturnya.

Warga semakin curiga lantaran pelaku yang sering adzan subuh di masjid mengumandangkan adzan salah dan tampak gugup. Ditambah kedes setempat sudah mendapat laporan dari korban. Setelah subuh, rumah pelaku dikepung warga.

”Nyaris dimassa warga, beruntung anggota segera datang. Saat dibawa polisi pun ada warga yang masih mengejar,” terangnya.

AKP Sunarso menambahkan petugas melakukan penyisiran di sekitar rumah pelaku. Polisi menemukan tas yang sengaja di bakar pelaku untuk menghilangkan jejak. 

Terpisah Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priyambodo membenarkan potensi kriminalitas menjelang lebaran meningkat. Dia meminta warga meningkatkan kewaspadaan. "Setiap tahun menjelang lebaran meningkat apalagi saat ini pandemi corona, namun rata-rata sama seperti tahun lalu," jelasnya. (din)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia