alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Pertamina Jamin Stok Elpiji saat Lebaran di Solo & Sekitarnya Aman

20 Mei 2020, 15: 59: 34 WIB | editor : Perdana

Petugas menurunkan elpiji 3 kg ke salah satu pangkalan.

Petugas menurunkan elpiji 3 kg ke salah satu pangkalan. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO – Pertamina memastikan ketersediaan dan penyaluran elpiji di wilayah Solo dan sekitarnya jelang Ramadan ini aman. Masyarakat diminta tidak khawatir akan kekurangan stok di pangkalan maupun pengecer.

Pejabat sementara (Pjs) General Manager Pertamina Marketing Opeation Region MOR IV Teuku Johan Miftah mengatakan, Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi 2 persen selama Ramadan dan jelang Lebaran.

“Rata-rata harian normal penyaluran elpiji saat ini di Solo dan sekitarnya berkisar di angka 750 metric ton (MT) dan akan naik menjadi 763 MT. Jumlah tersebut tidak berbeda jauh pada Ramadan dan Idul Fitri tahun lalu berkisar 760 MT per hari,” bebernya, kemarin.

Stok elpiji di Fuel Terminal Pertamina saat ini juga dalam kondisi aman. Johan mengklaim dapat memenuhi kebutuhan masyarakat saat hari raya nanti. Guna mengantisipasi bila terjadi lonjakan permintaan elpiji, khususnya ukuran 3 kg bersubsidi (PSO), Pertamina mengimbau kepada masyarakat agar tetap patuh pada aturan yang telah ditetapkan dan tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan.

“Kalau ada lonjakan elpiji 3 kg, Pertamina bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan berkoordinasi untuk mengalokasikan pasokan tambahan dengan tidak mengurangi jumlah kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” sambungnya.

Johan menegaskan, elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau tidak mampu. Pertamina berharap kepada warga masyarakat dengan kondisi ekonomi yang baik dapat menggunakan elpiji nonsubsidi, yaitu varian bright gas. 

Saat ini di wilayah Solo dan sekitarnya Pertamina memiliki lebih dari 9.501 pangkalan elpiji PSO dan 708 outlet non-PSO. Harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg bersubsidi per tabung sesuai peraturan pemerintah daerah Rp 15.500. Harga tersebut diperuntukkan bagi agen dan pangkalan yang berada di wilayah dalam radius penyaluran stasiun pusat pengisian bulk elpiji (SPPBE).

“Sedangkan wilayah yang berada jauh dari SPPBE akan ditambah dengan ongkos distribusi, namun tidak lebih dari Rp 17 ribu per tabung. Bila terdapat pangkalan Pertamina yang menjual di atas harga HET, maka konsumen dapat melaporkan ke aparat setempat atau melalui kontak Pertamina 135,” imbuhnya.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara, Pertamina senantiasa akan memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji kepada masyarakat. Saat pandemi Covid-19 ini, Pertamina telah memiliki layanan pesan antar atau delivery service untuk memudahkan masyarakat mendapatkan produk BBM dan elpiji. Konsumen dapat menghubungi kontak Pertamina 135 untuk memesan produk BBM seperti Pertamax series dan LPG bright gas.

“Kontak 135 juga kami sediakan bagi konsumen yang ingin memberikan masukan dan saran kepada Pertamina agar kami dapat memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan,” ujarnya. (aya/ria)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia