alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Dinkes Minta Transparansi Jadwal Antrean Swab: Lama-Lama Pasien Stres!

20 Mei 2020, 16: 53: 58 WIB | editor : Perdana

Adhi Dharma, kepala Dinkes Kabupaten Wonogiri

Adhi Dharma, kepala Dinkes Kabupaten Wonogiri (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pemkab berharap ada transparansi antrean hasil uji swab pasien korona di laboratorium rujukan Covid-19. Mengingat ada beberapa sampel yang telah dikirimkan jauh-jauh hari, tapi hingga saat ini hasilnya belum diterima.

"Ini lucu. Ada yang hasilnya cepat keluar. Tapi sampel dari kami sudah lama dikirim, sekarang belum keluar hasilnya," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri Adhi Dharma, kemarin.

Oleh sebab itu, dinkes mempertanyakan transparansi antrean hasil uji swab laboratorium rujukan covid-19. Apakah laboratorium memprioritaskan antrean sampel yang lebih dulu masuk atau ada mekanisme lainnya. 

"Bayangkan saja, kami punya tanda bukti penerimaan sampel swab tertanggal 8 Mei. Hasilnya sampai saat ini belum keluar. Ini (uji swab) di Rumah Sakit UNS," terangnya.

Menurut Adhi, laboratorium rujukan untuk mengecek sampel tes swab ditetapkan berdasarkan zonasi regional. Awalnya, sampel swab Covid-19 dari Wonogiri dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTLKPP) di Jogjakarta di bawah naungan Kemenkes.

Kemudian, turun rekomendasi baru, sampel swab dari Wonogiri bisa dikirim ke laboratorium kesehatan di RS UNS. Sekarang, sampel tes swab bisa dikirim ke RSUD Dr Moewardi Surakarta.

"Di Moewardi begitu juga. Malah ada yang mengirim sampel baru-baru ini, hasilnya bisa keluar cepat. Ini yang kami pertanyakan, kok bisa begitu? Apa karena (sampel tes swab dari Wonogiri) ketinggalan atau tertumpuk, kami belum tahu," ujarnya.

Ditambahkannya, dinkes sudah tiga kali mengonfirmasi hasil uji swab kepada laboratorium rujukan Covid-19. Namun, hingga saat ini belum ada kabar.

Kondisi tersebut membuat psikologis pasien terganggu karena isolasi di rumah sakit yang dijalaninya terlalu lama dampak menunggu hasil swab.

"Bisa stres pasiennya. Misalnya hasil swab negatif, rumah sakit kan bisa memindahkan pasien bersangkutan ke kamar lain. Ruang isolasi bisa digunakan pasien lain," tutur dia. (al/wa/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia