alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

7 Kasus Positif Covid Masih Misteri, Tak Jelas Asal-Usul Penularannya

Pasien Hanya di Rumah, Kontak Erat Nonreaktif

21 Mei 2020, 11: 32: 02 WIB | editor : Perdana

Tenaga kesehatan ber-APD berjaga di Rumah Dinas Covid-19 barak Dalmas.

Tenaga kesehatan ber-APD berjaga di Rumah Dinas Covid-19 barak Dalmas. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Kasus positif Covid-19 di Sukoharjo secara kumulatif saat ini telah tembus 67 orang. Dari jumlah tersebut, ada tujuh pasien positif yang belum bisa dijelaskan asal usul tertularnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 secara kumulatif mencapai 67 orang. Rinciannya, dari tujuh pasien rawat inap kini menjadi 6 enam orang, isolasi di Rumah Sehat Covid-19 dari sebelumnya 13 orang menjadi 17 orang. Kemudian, isolasi mandiri dari 18 orang menjadi 19 orang. Sementara sembuh dari 18 orang menjadi 21 orang. Kasus meninggal tidak bertambah, masih empat orang.

"Dari total kumulatif 67 orang, ada tujuh orang yang sampai saat ini belum jelas klasternya," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati, kemarin.

Yunia mencontohkan, salah satu pasien positif Covid-19 berdasarkan penelusuran tidak pernah ke mana-mana dan tidak bepergian. Namun, bergejala yang akhirnya dinyatakan positif Covid-19 melalui tes swab.

"Ya ada tujuh kasus yang tidak jelas klasternya. Misal kasus yang sebenarnya tidak ke mana-mana, pasien sudah tua, stroke. Ya ada keluarga lain yang tinggal di rumah, kadang-kadang saja menerima tamu. Sampai saat ini belum diketahui siapa sumbernya, karena hasil rapid test untuk semua kontak eratnya nonreaktif," kata Yunia.

Menurut Yunia, hampir semua dari tujuh kasus tersebut memiliki latar belakang yang sama. Yakni tidak keluar rumah, jarang bepergian, namun ternyata positif Covid-19. Kemudian, dari kontak eratnya saat dilakukan rapid test ternyata nonreaktif. Artinya, di rumah saja bisa juga tertular dan setiap orang bisa menjadi pembawa virus.

"Penularan di Sukoharjo, terjadi hanya sampai lini satu. Yakni keluarga satu rumah, teman dekat yang kontak fisik dengan pasien melalui jabat tangan, berbicara intensif jarak kurang dari 1 meter, dan kontak fisik lain," pungkas Yunia. (kwl/ria)









(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia