alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Napi Asimilasi Berulah, Masuk Bui Lagi! Nekat Kirim Sabu ke Tahanan LP

21 Mei 2020, 11: 57: 43 WIB | editor : Perdana

Pelaku Wahyu yang mengantarkan sabu dan inex pesanan temannya yang ada di dalam Lapas IIB Klaten.

Pelaku Wahyu yang mengantarkan sabu dan inex pesanan temannya yang ada di dalam Lapas IIB Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Wahyu Nugroho Dwi Prayitno, 23, alias Femo ruapanya tidak kapok masuk penjara. Pria asal Kampung Sidorejo, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah kembali ditangkap polisi meski baru saja bebas dari penjara karena mendapat asimilasi akibat pandemi Covid-19.

Peristiwa bermula pada 13 Mei lalu, petugas Jajaran Narkoba Polres Klaten mendapat informasi dari petugas Lapas Kelas IIB Klaten. Telah ditemukan barang berupa makanan yang di dalamnya terdapat bungkusan isolasi kain warna cokelat terbungkus tisu putih. Di dalamnya terdapat plastik klip berisi serbuk kristal warna putih yang diduga narkotika golongan I bukan tanaman.

"Jadi ada salah satu tahanan di dalam lapas yang meminta kepada pelaku untuk dikirimkan sabu. Kemudian pelaku yang sudah bebas karena asimilasi ini mengiyakan. Guna mengelabui petugas jaga lapas, pelaku memasukkan barang ke dalam leher kepala ayam yang sudah dimasak,” jelas Kasat Narkoba Polres Klaten AKP Mulyanto, kemarin.

Petugas yang mengecek makanan memang sempat curiga karena ada bekas sobekan yang tertutup isolasi pada bagian leher ayam. Saat dicek ternyata di dalamnya ada potongan plastik klip berisi serbuk kristal warna putih yang terdiri dari sabu dan pil. Petugas lantas mencari orang yang telah mengantarkan pesanan makanan itu ke lapas.

“Dari situ petugas lapas langsung menghubungi satuan narkoba, kemudian kita lakukan penangkapan. Ternyata pelaku yang mengirim paket sabu ini adalah napi asimilasi dengan kasus yang sama. Kami tangkap di Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo di hari yanh sama," tutur Mulyanto.

Selanjutnya dilakukan interograsi terhadap Wahyu guna pengembangan terlapor lainnya. Termasuk mengamankan sejumlah barang bukti sabu lebih dari 5 gram dan inex seberat 1,77 gram. Sedangkan pada 14 Mei jajaran kepolisian berhasil mengamankan tersangka lainnya, yakni Jujuk Hariyanto dari dalam Lapas IIB Klaten.

Atas perbuatan itu, pelaku disangkakan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) jo pasal 144 ayat (1) sub pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun. Termasuk pidana denda maksimal Rp 10.000.000.000 ditambah sepertiganya,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku Wahyu mengaku dia mau mengantarkan sabu dan inex pesanan temannya selama di lapas itu karena merasa berhutang budi. Ia pun murni hanya melakukan tugasnya yang diperintahkan oleh Jujuk.

“Saya bukan pengedar. Saya hanya diminta ambilkan sabu, lalu saya masukkan. Ya saya mau saja karena merasa berhutung budi kepadanya. Karena selama di penjara sering membantu saya,” ucap Wahyu.

Masih menurut pengakuan Wahyu, ide untuk memasukan barang haram ke dalam leher ayam itu berasal dari Jujuk. Apalagi dia uga berjualan makanan berupa ingkung ayam sehinggab bisa menjalankan modus tersebut

Terkait keberadaannya di Kulonprogo, Wahyu menegaskan, itu bukan karena melarikan diri. Tetapi ada kaitannya dengan pekerjaannya sebagai seorang buruh usai bebas dari penjara. Wahyu mengaku saat ini sudah tidak menggunakan narkoba lagi. (ren/ria)







(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia