alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Masjid Agung Al Aqsha-Masjid Raya Klaten Tak Gelar Salat Id Berjamaah

21 Mei 2020, 13: 04: 10 WIB | editor : Perdana

Masjid Agung Al Aqsha Klaten difoto dari menara di kompleks masjid, 3 Januari lalu. Masjid ini dipastikan tidak menggelar salat Id berjamaah.

Masjid Agung Al Aqsha Klaten difoto dari menara di kompleks masjid, 3 Januari lalu. Masjid ini dipastikan tidak menggelar salat Id berjamaah. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pemkab Klaten pastikan meniadakan salat Idul Fitri (Id) berjamaah di dua masjid besar. Yakni Masjid Agung Al Aqsha dan Masjid Raya Klaten yang dikelola pemkab. Aturan ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona (Covid-19).

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Klaten Mujab menjelaskan, sebelumnya, dua masjid ini juga meniadakan salat Tarawih berjamaah selama Ramadan. Imbauan salat Id di rumah masing-masing sudah ditegaskan dalam surat edaran yang ditandatangani Bupati Klaten Sri Mulyani. Sebab, kondisi secara umum, penularan Covid-19 di Kota Bersinar cukup tinggi. 

“Nantinya di dua masjid itu akan kami pasang spanduk pengumuman. Intinya tidak ada salat Id berjamaah. Termasuk takbir keliling juga kami tiadakan. Cukup dilaksanakan di rumah masing-masing,” tegas Mujab, kemarin.

Pemkab berharap, masyarakat juga tidak menggelar salat Id berjamaah di lokasi umum. Semisal masjid, lapangan, aula, balai desa, dan sebagainya. “Sebenarnya sudah ada panduan salat Id di rumah masing-masing dari Kementerian Agama (Kemenag). Bahkan, sudah ada teksnya juga. Tinggal mengikuti panduan tersebut,” urainya.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani menegaskan agar masyarakat menjalani salat Id di rumah masing-masing. Mengingat masih ada pasien positif Covid-19 yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. “Apalagi Klaten masih zona merah,” tegasnya.

Sri Mulyani juga memastikan tidak menggelar open house. Sebagaimana tradisi rutin tiap Lebaran di rumah dinas. “Termasuk tradisi sungkeman. Bisa digantikan silaturahmi secara virtual dengan video call,” ucapnya. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia