alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Soal Pemakaman ber-APD di Paranggupito, Jekek: Masih Tunggu Hasil PCR

"Jangan Mudah Percaya Isu-Isu!"

21 Mei 2020, 13: 17: 27 WIB | editor : Perdana

Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Pengananan Covid-19 Kabupaten Wonogiri Joko Sutopo

Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Pengananan Covid-19 Kabupaten Wonogiri Joko Sutopo (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Pemakaman J, 53, warga Paranggupito, Senin (18/5), yang menggunakan prosedur pemulasaraan pasien Covid-19 memicu beragam spekulasi di masyarakat. Hal tersebut ditanggapi Ketua Gugus Tugas Percepatan Pengananan Covid-19 Kabupaten Wonogiri Joko Sutopo. 

Menurut Joko Sutopo, J bekerja sebagai perawat di Semarang dan jatuh sakit. Pihak keluarga menjemputnya, Rabu (13/5) untuk dibawa ke Paranggupito. "Tanggal 15 (Mei) ada pemeriksaan medis dengan keluhan hipertensi dan penyakit komorbid lain. Ada penyakit lainnya juga," ungkapnya.

Pada Sabtu (16/5), J menjalani pemeriksaan ulang di salah satu rumah sakit di Kecamatan Pracimantoro. Namun, pada 18 Mei, kondisi J drop dan akhirnya meninggal dunia.

“Awalnya, penanganannya bukan penanganan Covid-19. Karena hipertensi termasuk ada batuk. Perawatan terakhir diantisipasi. Dilakukan rapid test, hasilnya reaktif,” terang bupati yang akrab disapa Jekek itu.

Oleh sebab itu, diterapkan protokol Covid-19 saat pemulasaraan. Gugus tugas juga melakukan uji PCR untuk mengetahui apakah J positif korona atau tidak. "Langkah antisipasi dibarengi dengan tracking terhadap orang-orang yang kontak erat," jelas Jekek. 

Screening awal ditujukan kepada orang-orang yang melakukan kontak erat dengan J. Hasilnya, mereka dalam kondisi baik dan tidak reaktif Covid-19. Meski begitu, mereka diminta melakukan karantina secara mandiri.

"Beberapa orang sudah kami data. Yang menjemput ke Semarang, yang ngeroki, nggendong dari mobil, sudah kami data semua dan mengantar ke rumah. Yang kontak erat ada sekitar delapan orang keluarga," bebernya.

Beberapa tetangga yang menjenguk J dikualifikasikan sebagai kontak sedang dengan J. Ditambahkan Jekek, status J awalnya adalah orang dalam pemantauan (ODP). Tapi begitu rapid test menunjukkan hasil reaktif korona, dia dimasukkan dalam kualifikasi pasien dalam pengawasan (PDP).

"Kami masih menunggu hasil PCR-nya,” terang bupati. Joko Sutppo meminta warga tidak mudah percaya dengan isu-isu yang beredar. 

Di lain sisi, satu pasien berinisial N, warga Kecamatan Wonogiri dinyatakan sembuh dari Covid-19. N yang bekerja di klinik kecantikan di Jakarta itu terkonfirmasi positif Covid-19 pada 23 April. Dia sempat menjalani isolasi mandiri sebelum dirawat di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri karena tak lekas sembuh.

Dengan sembuhya N, maka tinggal satu pasien positif Covid-19 yang masih dalam isolasi mandiri. Yakni Y asal kecamatan Pracimantoro. "Melihat dari kondisi fisiknya, kami yakin (Y) segera sembuh," pungkas bupati. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia