alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

BST Salah Sasaran, 77 KK di Jagalan Dicoret, PNS hingga Warga Mampu

22 Mei 2020, 10: 44: 14 WIB | editor : Perdana

Mensos Juliari Batubara (dua dari kiri) meninjau penyaluran BST di Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres.

Mensos Juliari Batubara (dua dari kiri) meninjau penyaluran BST di Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Verifikasi data penerima bantuan sosial tunai (BST) mutlak dilakukan. Sebab, hingga saat ini masih ditemui data ganda serta penyaluran bantuan tidak tepat sasaran. Salah satu temuan di lapangan terdapat 77 kepala keluarga di Kelurahan Jagalan, Jebres, dicoret dalam daftar penerima BST lantaran salah sasaran. 

Lurah Jagalan Nanang Heri Triwibowo menyebut, 77 nama tersebut akhirnya dikembalikan ke Kementerian Sosial. “Dari 711 total penerima BST, setelah kami verifikasi ditemukan 77 nama yang tidak berhak menerima. Ada yang sukarela mengembalikan undangan. Nama-nama tersebut dikembalikan karena ada yang pindah, datang, ganda, meninggal dan sudah mendapat bantuan lain,” katanya, kemarin (21/5).

Bahkan, dari 77 penerima yang dicoret itu diketahui ada beberapa orang yang berstatus mampu secara ekonomi. “Ada PNS hingga pensiunan (PNS) menerima. Kami verifikasi terus agar tepat sasaran,” ucap dia.

Daftar penerima yang dicoret, lanjut Nanang, tidak dapat dialihkan kepada warga lain. Dia harus mengembalikan ke Kementerian Sosial sesuai dengan aturan. Namu, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menyanggahnya. Bantuan yang salah sasaran dapat dialihkan kepada warga yang benar-benar tidak mampu, tapi belum tersentuh bantuan apapun.

“Kalau yang dapat yang mampu, kita alihkan ke yang tidak mampu dengan catatan harus membuat surat pernyataan. Begitu juga bagi nama yang telah meninggal dunia, bisa dialihkan kepada ahli waris. Kita tidak mempersulit,” ucap Rudy.

Sementara itu, pembagian BST di Kelurahan Jagalan ditinjau langsung Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara. Didampingi direktur PT Pos Indonesia, wali kota, dan wakil wali kota. Mensos menilai proses pembagian BST di Solo berjalan lancar. Soal pendataan, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pemkot selaku pemangku wilayah.

“Nanti bisa diverifikasi, karena yang di lapangan kan pemda. Data dari pemda diharapkan disaring, itu wajib. Kemensos tidak melakukan pendataan. Kalau Kemensos melakukan pendataan, kacau nanti,” katanya.

Kemensos, lanjut Juliari, hingga kemarin sudah membagikan sekitar 5 juta BST ke seluruh Indonesia. Ditargetkan pembagian seluruh BST, sekitar 8,3 juta Kepada Keluarga, akan selesai Sabtu besok. “Kami dan PT Pos Indonesia bekerja keras. Bekerja dari pagi sampai malam, jam 8 sampai 10 malam. Pokoknya saya minta pos tidak Lebaran,” ucapnya. (irw/bun/ria) 

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia