alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Nekat Sewa Ekskavator, Curi Kabel Telkom di Proyek Flyover Purwosari

22 Mei 2020, 11: 08: 25 WIB | editor : Perdana

Kabel Telkom yang dipotong komplotan pencuri.

Kabel Telkom yang dipotong komplotan pencuri. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kawanan pencuri di Kota Solo ini benar-benar nekat. Para pencuri ini sampai menyewa ekskavator karena mengincar jaringan kabel milik PT Telkom di proyek pembangunan Flyover Purwosari. Akibat kejadian ini, PT Telkom mengalami kerugian Rp 70 juta.    

Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Purbo Adjar Waskito mengatakan, polisi berhasil menangkap lima pelaku. Yakni, AY, warga Mondokan, Purwosari, Laweyan dan AT, warga  Jalan Flamboyan, Purwosari, Laweyan. Kemudian IR, warga Cinderejo Lor, Gilingan, Banjarsari; RA, warga Sangkrah, Pasar Kliwon; dan RS, warga Semanggi, Pasar Kliwon.

Kasat mengatakan, agar tidak mencolok, para pelaku melakukan aksinya pada malam hari, dimulai pukul 22.00. Seorang pelaku bepura-pura meminta izin kepada tenaga keamanan proyek Flyover Purwosari untuk memperbaiki saluran di depan SMA Batik 1 selama 3 sampai 4 jam. “Satpam percaya karena mereka bilang sudah izin sama mandor proyek,” tutur Purbo.

Dengan menggunakan ekskavator sewaan, kelima pelaku menggali tanah di lokasi kabel PT Telkom. Mereka lantas memotong kabel tersebut hingga beberapa bagian menggunakan gergaji besi. “Pelaku berhasil memotong kabel sepanjang 10 meter, kemudian dipotong lagi menjadi beberapa bagian,” tetang kasatreskrim.

Kasus ini berhasil terbongkar karena pada saat bersamaan, jajaran Satlantas Polresta Surakarta menggelar patroli. Merasa curiga, tim patroli meminta tim Resmob Satreskrim Polresta Surakarta mengecek ke lokasi. “Awalnya kami mendatangi pihak proyek. Dari petugas keamanan, mereka mengatakan tidak ada pengerjaan proyek pada malam hari,” urai Purbo.

Polisi kemudian mendatangi pelaku di lokasi penggalian. Mereka awalnya mengaku kepada petugas kalau sedang memperbaiki jaringan. Petugas curiga, sebab pada saat itu mereka tidak memakai seragam resmi maupun  identitas yang mewakili PT Telkom. Ketika diminta menunjukkan surat tugas, mereka tidak bisa mengelak. 

“Akhirya mereka kami bawa ke polresta. Setelah dilakukan pendalaman, mereka mengakui kalau mereka melakukan aksi pencurian kabel PT Telkom,” bebernya.

Penyidik langsung koordinasi dengan PT Telkom Surakarta. Setelah dicek, ternyata benar kabel itu milik PT Telkom. Selain kelima pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah ekskavator PC 78 warna biru, sebuah gergaji besi, tali tambang, linggis, dan potongan kabel galian. Para pelaku bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman 5 tahun penjara.

 “Ada satu orang lagi yang menjadi otak aksi ini dan yang menyewa alat berat tersebut. Saat ini masih kami buru orang tersebut,” kata ujarnya.

Apakah ada unsur orang dari PT Telkom dalam kasus ini? Purbo mengatakan, hingga saat ini tidak. Para pelaku mengaku baru kali pertama melakukan aksi ini karena terdesak kebutuhan ekonomi. Dari hasil penyelidikan sementara, kasus ini juga tidak ada hubungan dengan kasus pencurian kabel galian milik Telkom yang terjadi di wilayah Klaten dan daerah lain. (atn/bun/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia