alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Meski Waswas, Masyarakat Tetap Nekat Ramai-Ramai Belanja Baju Lebaran

22 Mei 2020, 12: 01: 50 WIB | editor : Perdana

Karyawan mengukur suku tubuh pengunjung yang hendak masuk Plasa Klaten, kemarin (21/5). Sejumlah pusat perbelanjaan terpantau padat.

Karyawan mengukur suku tubuh pengunjung yang hendak masuk Plasa Klaten, kemarin (21/5). Sejumlah pusat perbelanjaan terpantau padat. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Kasus positif virus korona (Covid-19) di Klaten terus bertambah. Namun, masyarakat sepertinya abai akan anjuran untuk tetap di rumah saja. Jelang Lebaran, masyarakat nekat berbondong-bondong memadati sejumlah pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan Lebaran, baik sembako maupun fashion.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, sejumlah pusat perbelanjaan dipadati pengunjung, kemarin (21/5). Mulai dari pertokoan yang menyediakan kebutuhan bahan pokok hingga fashion. Menanggapi hal tersebut, Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalia Covid-19 Kabupaten Klaten Sri Mulyani mengaku wajar.

“Kalau pasar sama toko sembako wajar kalau ramai. Karena dengan segala keterbatasan, masyarakat tetap ingin merayakan hari kemenangan. Mereka masak-masak untuk dimakan dalam satu rumah. Kan tidak apa-apa. Terpenting tetap melaksanakan imbauan pemerintah menggunakan masker,” ucapnya.

Sri Mulyani juga meminta pertokoaan menyiapkan sarana cuci tangan pakai sabun. Termasuk menerapkan physical distancing atau jaga jarak. “Kesadaran itu wajib. Yang belum memakai masker, tolong dipakai kalau keluar rumah,” imbuhnya.

Guna menertibkan kerumuman massa di pusat perbelanjaan, Pemkab Klaten menerjunkan satuan polisi pamong praja (satpol PP). “Kami terus sosialisasikan dan membagikan masker. Sementara ini belum ada sanksi yang melanggar,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Klaten Rabiman.

Rabiman juga menyoroti pusat keramaian, terutama pusat perbelanjaan di Kota Bersinar. Dia meminta pemilik pertokoan menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya menyediaakan sarana cuci tangan dan sabun, hand sanitizer, serta pengecekan suhu tubuh pengunjung.

“Jika tidak diterapkan, akan kami beri teguran. Jika masih nekat, kami akan ambil tindakan. Misalnya saja, perizinannya ditinjau kembali,” tegasnya.

Rahma, 21, pengunjung Plasa Klaten asal Kecamatan Klaten Utara mengaku waswas berbelanja di tengah pandemi Covid-19. Sebagai antisipasi, dia mengenakan masker, cuci tangan, dan pakai hand sanitizer. “Semua dimulai dari diri sendiri. Harus rutin cuci tangan dan pakai masker,” ujarnya. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia