alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Survei Calon Penerima BLT DD, Miskin Tapi Suka Judi, Langsung Dicoret!

22 Mei 2020, 12: 52: 57 WIB | editor : Perdana

Sosialisasi calon penerima BLT DD di Balai Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno belum lama ini.

Sosialisasi calon penerima BLT DD di Balai Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno belum lama ini. (ISTIMEWA)

Share this      

WONOGIRI – Pengajuan data calon penerima bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) mesti melalui tahapan panjang. Meski memenuhi kriteria warga miskin, tapi jika yang bersangkutan suka berjudi, sudah dipastikan tidak akan mendapat bantuan.

Teknis pendataan dan pencairan BLT DD tersebut telah disosialisasikan di sejumlah desa. Antara lain di Desa/Kecamatan Baturetno. “Semua kami libatkan untuk pendataan. Mulai dari RT-RW. Termasuk melakukan survei. Ada relawan yang kami namakan Relawan 22 untuk survei, karena di desa ini ada 22 RW," jelas Kepala Desa Baturetno Tuntas Adityo Nugroho dihubungi via telepon, Rabu (20/5).

Puluhan relawan bertugas mensurvei data calon penerima bantuan sesuai yang disodorkan RT. Hasilnya kemudian dibahas lewat musyawarah desa. Hasil pendataan awal, dari 48 RT, 22 RW dan delapan dusun di desa setempat, terdapat 342 kepala keluarga (KK) yang diajukan mendapatkan BLT DD. Tuntas meminta para kadus kembali memverifikasi calon penerima bantuan guna memastikan kelaurag yang benar-benar layak dibantu.

Calon penerima bantuan bisa dicoret jika dinilai mampu secara ekonomi. Seperti memiliki mobil, sepeda motor lebih dari dua unit maupun bergaya hidup kurang baik. 

"Contoh, warga itu seharusnya bangun pagi lalu bekerja. Tapi malah nyekel pancing, mancing. Hasil tangkapannya dijual lalu untuk berjudi, (beli) miras (minuman keras), mosok duit negoro dinggo wong seperti itu? Logikanya begitu," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei, calon penerima bantuan mengerucut menjadi 172 KK. Dan kembali dicoret sebanyak 25 KK, sehingga hanya menyisakan 147 KK.

 "Saya tidak mau ada praduga buruk terhadap perangkat desa. Di medsos (media sosial) banyak yang bilang kalau yang dapat (bantuan) hanya orang-orang dekat dengan perangkat atau kepala desa," tegasnya. 

"Ojo nggagas, ojo nyawang ndisik sing ngewangi aku pas pilkades. Jangan ada anggapan ini dulu orangnya pak kepala desa," imbuh Tuntas.

Terpisah, Bupati Wonogiri Joko Sutopo sepakat dengan gagasan kades ketika memutuskan memberikan BLT DD juga mempertimbangkan karakter calon penerima. "Kami meminta ada 13 profesi yang rawan miskin karena pandemi. Judi bukan profesi," ujarnya. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia