alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Mengenal Komunitas Yuk Menulis, Lahir dari Kegelisahan Ingin Menulis

Kolaborasi dengan Gubernur hingga Sastrawan

22 Mei 2020, 15: 44: 57 WIB | editor : Perdana

Vitriya Mardiyati bersama anggota Komunitas Yuk Menulis.

Vitriya Mardiyati bersama anggota Komunitas Yuk Menulis. (KYM FOR RADAR SOLO)

Share this      

Berawa dari kerinduan seorang guru untuk menulis akhirnya lahir sebuah komunitas. Adalah Vitriya Mardiyati yang menjadi inisiatornya. Kini anggota komunitas ini sudah mencapai ribuan dari berbagai latar profesi.  Seperti apa aktivitasnya?

ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo

KEBERADAAN Komunitas Yuk Menulis (KYM) tidak dapat dipisahkan dari Vitriya Mardiyati. Guru 36 tahun ini merupakan founder dari komunitas ini. Anggotanya tersebar di seluruh Indonesia. Awal terbentuk komunitas ini pada 2006. Hanya beranggotakan para siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Jogja.

Dalam perkembangannya, anggotanya mencapai ribuan yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa hingga dosen. Begitu juga guru, pengawas sekolah hingga dokter yang ingin belajar menulis. Mereka aktif mengikuti kegiatan workshop yang diselenggarakan KYM, baik secara tatap muka maupun online.

Apalagi dalam belajar menulis sering kali berkolaborasi dengan tokoh-tokoh, seperti Najela Shihab, Aan Mansyur hingga Sapardi Djoko Damono. Begitu juga dengan event yang tengah berlangsung telah berkolaborasi dengan mantan pemain sepak bola Bambang Pamungkas dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Rindu menulis menjadikan saya membuat komunitas menulis ini. Apalagi saya pernah bekerja di salah satu media massa di Kota Solo sebelum menjadi seorang guru. Akhirnya saya beri nama Komunitas Yuk Menulis (KYM),” jelas perempuan kelahiran Klaten, 9 Juli 1984 ini melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang sering dilakukan KYM selama ini seperti workshop kepenulisan, baik tatap muka maupun online. Selain itu, juga sosialisasi tentang literasi di berbagai radio di Solo, Wonogiri, Klaten, dan Jogja. Maupun bekerja sama dengan intansi formal maupun nonformal untuk mewujudkan iklim literasi yang baik. 

Terkait kepenulisan, KYM sering kali mengadakan worskhop secara gratis dengan berbagai materi. Mulai dari bagaimana menulis dan cara menggunakan media pembelajaran yang baik dan kreatif. Membantu mewujudkan anggotanya menjadi seorang penulis buku solo maupun antologi.

“Setiap minggunya beda topik. Jadi semua jenis tulisan seperti puisi, cerita anak, kisah inspiratif maupun true story, ayo saja. Kalau worskshop dilakukan setiap pekan dengan dua pemateri dan beda materi yang dibawakan,” jelas Vitriya yang sudah menulis ratusan buku baik solo maupun antologi ini.

Selain workshop, setiap bulan komunitas ini juga mengerjakan proyek khusus. Seperti pada bulan ini ada kegiatan workshop menulis buku cerita anak secara individu. Dari 108 peserta, ada 88 peserta yang naskah bukunya sudah jadi pada dua pekan ini. Tinggal menunggu international standard book number (ISBN) dan cover buku juga. Kemudian pekan ini mengadakan pelatihan penulisan artikel ilmiah populer di media massa kerja sama dengan Jawa Pos Radar Solo secara online. Di mana peserta yang sebagian besar guru ini berasal dari berbagai kota di Indonesia.  

Memang, di tengah kondisi pandemi Covid-19 pelatihan penulisan tetap berlangsung dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp (WA). Mengingat, pertemuan KYM sendiri lebih banyak melalui via chat antargrup dengan anggota setiap grup sekitar 250 anggota. Meski demikian, sesekali ada pertemuan secara tatap muka. 

“Kalau workshop yang output-nya jadi buku memang ada pendampingan selama satu bulan penuh. Kita ajari step by step hingga bisa menjadi buku. Yang perlu diperhatikan peserta pelatihan dalam menulis buku itu mengenai keunikan dan kreativitas dalam menemukan ide itu sendiri,” ucapnya.

Melalui komunitas yang dia dirikan ini, Vitriya mengharapkan semakin banyak orang yang menyukai dunia literasi. Termasuk untuk menghilangkan anggapan jika menulis itu berat. Apalagi bisa membuka jalan bagi anggota KYM untuk lahirnya berbagai karya tulis yang keren.

“Selain membantu mewujudkan mimpi menjadi seorang penulis, melalui komunitas ini juga bisa menyajikan bahan bacaan yang berkualitas di negeri ini,” pungkasnya. (bun/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia