alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Karena di Rumah Saja, Tren Kecelakaan Bisa Turun hingga 70 Persen

22 Mei 2020, 15: 57: 01 WIB | editor : Perdana

Penyekatan yang dilakukan polresta berdampak pada menurunnya angka kecelakaan.

Penyekatan yang dilakukan polresta berdampak pada menurunnya angka kecelakaan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kota Solo turun selama masa pendemi Covid-19. Imbauan agar tetap berada di rumah untuk mengurangi penyebaran Covid-19 sangat efektif mengurangi volume kendaraan di jalan raya. 

Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Afrian Satya Permadi mengakui, berkuranganya orang beraktivitas di jalan raya sangat berpengaruh terhadap angka kecelakaan di Kota Solo. “Sekolah libur, aktivitas banyak di rumah. Ditambah lagi pemudik dihalau lewat penyekatan, sehingga turut menekan angka kecelakaan di Solo, kata Afrian

Kasatlantas kurang bisa merinci, berapa jumlah detailnya. Namun, penurunan berkisar 70 persen dibandingkan sebelum pandemi terjadi. “Masih didominasi kecelakaan tunggal, dan menimpa pengendara sepeda motor,” ucapnya.

Meski demikian, sempat terjadi beberapa kecelakaan, seperti laka lantas karambol yang melibatkan truk box, dua mobil, dan satu motor di wilayah Laweyan. Afrian membeberkan fakta mengenai faktor utama penyebab kecelakaan yang terjadi. 

“Ada juga kasus kecelakaan di rel kereta api, jatuh terpeleset. Jadi faktornya karena kurang awas dan konsentrasi, jadi kurang fokus. Ya namanya orang beraktivitas itu kan menyerap air, menyerap karbohidrat, terus pada saat jam-jam siang itu glukosa sudah agak turun saat puasa seperti ini,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati. Terlebih tak sedikit pengendara yang berasal dari luar wilayah Solo. Sehingga terkadang mereka memilih jalan alternatif, seperti perkampungan.

“Rata-rata orang yang melintas berasal dari luar Solo itu misalnya warga Sukoharjo ke sini (Solo) untuk bekerja. Tentu butuh konsentrasi tinggi karena perjalanan jauh,” ucap Afrian. (atn/bun/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia