alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

JNE Peduli, Gelorakan Semangat Berbagi

22 Mei 2020, 20: 15: 26 WIB | editor : Perdana

JNE berbagi kepada sesama di bulan Ramadan ini.

JNE berbagi kepada sesama di bulan Ramadan ini. (JNE FOR RASO)

Share this      

RADARSOLO.ID - JNE terus menggelorakan semangat berbagi selama bulan Ramadan. Bertajuk JNE Peduli, konsepnya adalah berbagi kebahagiaan kepada yang lebih membutuhkan. Salah satu agenda rutinnya adalah bakti sosial di Panti Hafara Trimulyo Jetis Bantul. 

Head of Regional Jateng - DIY JNE Marsudi menuturkan, aksi ini merupakan komitmen kuat JNE. Jajarannya akan selalu mengadakan aksi sosial dalam berbagai gerakan. Tak hanya sebatas di bulan suci Ramadan.

"Kami berharap aksi ini menjadi motivasi kita semua. Tak hanya kami yang ada di JNE, tapi semua perusahaan agar bisa mengerti apa arti kehidupan. Tergerak untuk aksi sosial, apapun bentuknya," jelasnya, Rabu (20/5).

Dipilihnya Panti Hafara memiliki alasan tersendiri. Panti ini dinilai punya komitmen kuat untuk menyembuhkan warga binaannya. Baik kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), pasien rehablitasi napza hingga orang lanjut usia.

Marsudi menilai para personel Panti Hafara adalah golongan orang yang mulia. Bersedia menyisihkan waktunya untuk merawat warga dengan kebutuhan khusus. Tak hanya sekadar sembuh, tapi juga membekali diri dengan keterampilan diri.

"JNE Peduli kali ini menyasar kepada orang yang ikhlas mengumpulkan mereka yang berkebutuhan khusus. Mau mengelola dan bisa menyembuhkan. Semangat ini luar biasa bagi JNE," kata Marsudi.

Marsudi berharap apresiasi yang diberikan JNE bisa menjadi suntikan semangat untuk terus membantu sesama dengan gerakan kepedulian mereka. Selain itu, juga dapat menginspirasi orang yang melihat.

Dalam aksinya kali ini, JNE Peduli membantu beragam bahan pokok. Mulai dari beras, gula, mi instan hingga telur. Ada pula masker dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19.

Selain bakti sosial ini, kegiatan CSR JNE di wilayah Jateng-DIJ juga memberikan free ongkir untuk distribusi alat pelindung diri (APD ) yang dibuat desainer Anne Avantie. Kemudian donasi dispenser sabun untuk masjid di Semarang, Tegal, Jogja, Magelang, dan Cilacap.

"Sembako, masker dan sedikit uang sebagai rezeki kepada teman-teman di sini. Semoga bermanfaat dan bisa membantu. Jiwa yang sehat itu mahal harganya, semoga Allah SWT melindungi segenap pengurus Hafara dan karyawan JNE seluruh Indonesia," ujarnya.

Marsudi menambahkan, kondisi bisnis JNE di tengah pandemi Covid-19 masih stabil dan jumlah kiriman masih normal. Meski ada penurunan di pekan awal Covid-19 mulai merebak, namun itu tidak signifikan. Dan, setelahnya kembali normal.

Dalam keadaan normal, jumlah kiriman momen Ramadan dan Idul Fitri meningkat hingga lebih dari 30 persen dibanding hari-hari biasa. Di tengah pandemi saat ini, diperkirakan tetap terjadi peningkatan setidaknya 20 persen, karena potensi dari banyaknya masyarakat yang tidak mudik.

"Di masa pandemi ini banyak masyarakat yang memanfaatkan jasa pengiriman untuk tetap dapat menjalin silaturahmi dengan keluarganya sehingga kita berusaha memegang amanah ini sebaik-baiknya. Meski physical distancing, namun hubungan sosial tetap harus terjalin," papar Marsudi.

Sementara itu, Pimpinan Panti Hafara Sahilan menyambut baik aksi JNE Peduli. Menurutnya eksistensi panti bisa bertahan berdasarkan kepedulian warga. Sehingga mampu mendukung kinerja operasional harian.

JNE, lanjutnya, kerap memberikan aksi sosial secara rutin. Semangat inilah yang menurutnya perlu dilestarikan. Bahkan bisa dicontoh oleh pihak lainnya atas rasa kemanusiaan.

"Kami ingin ucapkan terima kasih banyak atas sumbangsih dari JNE. Betul-betul berguna dan mendatangkan manfaat yang barokah. Sangat berguna bagi teman-teman di sini (Panti Hafara)," katanya.

Panti Hafara fokus pada ODGJ, rehabilitasi napza dan lansia terlantar. Saat ini memiliki penghuni sebanyak 90 orang. Berdiri sejak 2004, Panti Hafara mengutamakan pendekatan keagamaan. Metode inilah yang dipakai untuk menyembuhkan warga binaannya.

"Terapi ada dua sistem. Pertama, terapi keagamaan atau rohani. Kedua, terapi kejiwaan. Dengan terapi harapannya dapat membantu kesembuhan," ujarnya. (na/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia