alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Jelang Lebaran Pemkot Solo Gerilya Rapid Test, mulai Pasar hingga Mal

23 Mei 2020, 03: 57: 49 WIB | editor : Perdana

Dinkes Kota Surakarta mengambil sampel darah pedagang maupun pengunjung Pasar Klewer, kemarin.

Dinkes Kota Surakarta mengambil sampel darah pedagang maupun pengunjung Pasar Klewer, kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Jelang Lebaran, Pemkot Surakarta mulai bergerilya melakukan rapid test. Sasarannya para pedagang dan pengunjung sejumlah pusat perbelanjaan, yang memang mulai ramai jelang hari raya. 

Rapid test masal dilakukan Jumat (22/5). Lokasinya di Pasar Ayam Semanggi, Pasar Burung Depok, Pasar Ikan Gilingan, Pasar Nusukan, Pasar Klewer, Pasar Rejosari, Pasar Sidodadi, dan Pasar Jongke. Kemudian di Luwes Nusukan, Luwes Gading,  Matahari Singosaren, Pusat Grosir Solo (PGS), dan Benteng Trade Center (BTC). 

"Rapid test di pasar tradisional, toko modern, mal mulai diberlakukan pada H-2 Lebaran. Menyasar pengunjung dan pedagang guna mengantisipasi penularan Covid-19 melalui kerumunan yang terjadi menjelang Lebaran 2020," terang Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi di sela-sela kegiatan.

Di tiap lokasi itu, tim medis yang bertugas mengambil 15-20 sampel darah dari pengunjung maupun pedagang secara acak. Untuk satu toko modern dan mal, ada 15 orang yang diambil sampel darahnya. Sementara untuk pasar tradisional jumlahnya lebih banyak. Ada 20 orang yang melakukan rapid test untuk setiap pasar tradisional yang disasar. 

"Rapid test ini dilakukan serentak, harapannya semua pasar tradisional maupun toko modern dan mal bisa dijadwalkan untuk agenda serupa," kata Heru.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta Siti Wahyuningsih, mengatakan sampel yang diambil baru akan muncul hasilnya satu sampai dua hari ke depan. Jika diketahui ada yang reaktif, maka pemkot dapat menyusun strategi penanganan yang lebih tepat dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19. 

"Lokasi yang kita sasar ini belum maksimal dalam physical distancing, makanya dilakukan rapid test. Kita tidak tahu orang yang ada di mal dan pasar pernah dari zona merah atau tidak. Dengan rapid test ini untuk mencegah penularan Covid-19 di pusat keramaian," jelas kepala dinkes yang akrab disapa Ning itu.

Pihaknya juga khawatir dengan potensi munculnya klaster baru, mengingat pasien terkonfirmasi positif  Covid-19 nomor 28 dan 29 di Solo merupakan transmisi lokal. Hal ini membuat pemkot lebih waspada untuk melakukan pengawasan di lokasi publik.

 "Ini lanjutan dari rapid test yang dilakukan di pasar tradisional beberapa waktu lalu. Waktu itu hanya sedikit karena belum ada alatnya. Ini sudah ada 2.000 alat untuk tes. Kalau dihitung sesuai jadwalnya, yang akan terpakai 1.500 alat. Sisanya difokuskan untuk para ibu hamil agar penanganannya juga tepat. Aman untuk ibu dan bayinya, juga untuk tenaga persalinannya," tutup Ning. (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia