alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Protokol Bandara Diperketat, Langgar Ketentuan, Izin Terbang Dicabut

23 Mei 2020, 10: 46: 04 WIB | editor : Perdana

Petugas kebersihan membersihkan fasilitas Bandara Adi Soearmo.

Petugas kebersihan membersihkan fasilitas Bandara Adi Soearmo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

Berita Terkait

SOLO – Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara tidak segan-segan mengeluarkan surat peringatan kepada operator bandara maupun pencabutan izin rute terbang kepada maskapai pesawat yang bandel. Ini jika terbukti memuat penumpang melebihi kapasitas yang ditentukan selama pandemi Covid-19. 

Ancaman ini berkaca pada insiden penumpukan antrean penumpang di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta belum lama ini. “Sudah kami sampaikan ke publik bahwa yang terjadi di sana (Soekarno-Hatta) adalah adanya jadwal pesawat yang terlalu berdekatan. Sehingga ada penumpukan penumpang. Antrean tidak bisa diterapkan jaga jarak,” beber Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati usai meninjau Bandara Adi Soemarmo, kemarin.

Adita menegaskan insiden di Bandara Soekarno-Hatta tersebut wajib menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders transportasi udara. Bahwa sarana dan prasarana bandara termasuk penerapan jaga jarak harus bisa diimplementasikan dengan baik. Adanya antrean yang padat membuktikan prasarana bandara belum bisa menerapkan physical distancing.

“Ini sesuatu yang harus bisa jadi pelajaran seluruh stakeholder transportasi udara. Agar hal ini tidak terjadi lagi. Semoga berjalan lancar sampai arus balik lebaran H+7 nanti. Prinsipnya semua protokoler kesehatan dapat diterapkan,” ungkapnya.

Adita menyebut pengendalian alat transportasi sudah diatur sedemikian rupa melalui peraturan menteri perhubungan dan surat edaran Gugus Tugas Covid-19. Mulai dari sarana prasarana sampai moda transportasinya. Prinsipnya, physical distancing dan implementasi protokol kesehatan seperti penggunaan masker, penyediaan pembersih tangan, dan kelengkapan alat pelindung diri awak pesawat harus mengikuti protokol kesehatan. “Kami ingin semuanya bisa terimplementasi dengan baik,” sambungnya.

Dalam kunjungan kerja kemarin, Dirjen Perhubungan Udara dari Kemenhub memastikan semua yang terkait dengan sektor transportasi, khususnya subsektor udara berjalan dengan baik. Dalam upaya menerapkan aturan yang sudah diterbitkan oleh Kemenhub. Yakni Permen Nomor 18 dan 25. Dan surat edaran dari Gugus Tugas Covid-19 dan Dirjen Perhubungan Udara Nomor 32 mengenai pengendalian transportasi saat Lebaran.

“Kita tahu surat edaran dari gugus tugas sudah memberikan kriteria kepada penumpang yang memenuhi syarat dan kriteria tertentu untuk bisa bepergian menggunakan alat transportasi. Khusus transportasi udara aturan tersebut sudah berjalan sejak 7 Mei lalu,” imbuhnya.

Pihaknya memastikan semua ketentuan tersebut sudah berjalan dengan baik. Dan tetap dapat ditingkatkan terutama memasuki masa Lebaran. Termasuk situasi arus balik sejak H+1 sampai H+7.

“Di Bandara Adi Soemarmo diharapkan berjalan dengan baik dan bisa mengantisipasi segala kemungkinan. Yakni arus balik yang volumenya cukup besar dari Jawa Tengah, termasuk Kota Solo. Perlu disiapkan dengan baik. Protokol kesehatan bisa dilakukan dengan benar,” tandasnya. (aya/bun/ria)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia