alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Haru! Sembuh dari Covid, Bidan Suwarni Disambut Warga bak Pahlawan

Warga Berdiri Kibarkan Bendera Sepanjang 1 Km

23 Mei 2020, 13: 19: 01 WIB | editor : Perdana

Bidan Suwarti sujud syukur ketika sampai depan rumahnya di Sidoharjo, Sragen, kemarin.

Bidan Suwarti sujud syukur ketika sampai depan rumahnya di Sidoharjo, Sragen, kemarin. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

Kesembuhan Suwarti dari Covid-19 disambut antusias warga Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Warga memberi penghormatan khusus kepada tenaga medis ini. Seperti apa heroismenya?

AHMAD KHAIRUDIN, Sragen, Radar Solo

BENDERA warna-warni tampak berkibar di sepanjang jalan menuju rumah Suwarti di Jambanan. Warga dengan spontan berdiri di sepanjang jalan 1 kilometer sambil memberi semangat dan dukungan pada bidan tersebut.

Ambulans yang membawa bidan Suwarti pulang ke rumah, disambut warga dengan antusias.

Ambulans yang membawa bidan Suwarti pulang ke rumah, disambut warga dengan antusias. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Tangis haru pun pecah saat Suwarti turun dari mobil ambulans, tepat di depan rumahnya. Dia lantas langsung bersujud memanjatkan syukur pada Tuhan atas kesembuhannya. Di depan rumah, suami dan anak-anaknya sudah menunggu sembari menangis bahagia atas kepulangannya. 

Warga pun memberi semangat dan beberapa ikut terisak haru atas kembalinya Suwarti yang bekerja sebagai bidan di Puskesmas Sidoharjo. Momentum ini menunjukkan kuatnya kebersamaan warga Jambanan.

Suwarti menyampaikan sangat terharu atas dukungan warga. Ketika dia diketahui positif Covid-19, banyak yang mengirim pesan padanya untuk tetap semangat. Bahkan, sambutan warga begitu luar biasa ketika dia dinyatakan sembuh.  

”Banyak yang mendoakan saya. Ketika disambut seperti ini saya terharu, masyarakat Jambanan begitu peduli sama saya,” terangnya. 

Setelah menjalani karantina di Rumah Sakit Darurat (RSD) Technopark Sragen selama 25 hari sejak 26 April lalu, dia mengaku lega karena uji swab hingga kali ketiga dinyatakan negatif. Suwarti sendiri merasa baik-baik saja sebelum dinyatakan positif Covid-19. Namun setelah dicek, terdapat flek pada paru-paru dan terjadi peradangan. 

”Tidak ada gejala apa-apa. Hanya meriang yang biasa, tidak ada gejala-gejala sesak napas atau panas,” terang dia.

Selama menjalani karantina di RSD, Suwarti tidak diperkenankan menjalankan puasa Ramadan. Namun tetap melaksanakan ibadah. Dia menyampaikan pelayanan petugas medis juga sangat bagus dan perhatian.”Saya tidak melihat berita yang serem-serem, takutnya berpengaruh pada kesehatan saya,” bebernya.

Dia berpesan pada masyarakat lebih hati-hati dalam menjalankan protokol kesehatan. Karena kita tidak pernah tahu orang yang terinfeksi siapa saja. Dia menyampaikan virus ini berbahaya dan di luar dugaan.

Kepala Desa (Kades) Jambanan Sugino Wely menyampaikan, masyarakat spontan dalam memberi dukungan. Masyarakat ingin memastikan kepulangan bidan Suwarti. ”Semalam ada info bu bidan pulang, dan masyarakat spontanitas menyambut,” tuturnya.

Dia menyampaikan dukungan warga Jambanan menjadi contoh bagi seluruh masyarakat. Betapa perhatiannya warga kepada orang yang terkena Covid-19. Apalagi seorang yang berprofesi tenaga medis. ”Jangan sampai dikucilkan. Alhamdulillah masyarakat kami memberikan support luar biasa,” terangnya. (*/bun/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia