alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Disurati Ombudsman,Bupati Yuli Akhirnya Batal Gelar Salat Id Berjamaah

DPRD Jateng: Mungkin Itu Salah Minum Obat!

23 Mei 2020, 15: 10: 36 WIB | editor : Perdana

Bupati Karanganyar Juliyatmono membatalkan pelaksanaan salat Id berjamaah.

Bupati Karanganyar Juliyatmono membatalkan pelaksanaan salat Id berjamaah. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR - Bupati Karanganyar Juliyatmono akhirnya membatalkan pelaksanaan salat Idul Fitri (Id) 1441 H yang rencananya dilaksanakan di Alun-Alun setempat, Minggu (24/5). Sebelumnya, keputusan Juliyatmono yang mengizinkan pelaksanaan salat Id berjamaah memang sempat menuai kontroversi karena bertentangan dengan imbauan pemerintah untuk melaksanakan ibadah di rumah.

Pembatalan pelaksanaan salat Id berjamaah dilakukan berdasarkan surat dari Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah yang ditujukan kepada Bupati Karanganyar Juliyatmono. Surat dengan Nomor B/037/HM.02.01-14/V/2020 tertanggal 22 Mei 2020 tersebut perihal Pencegahan Tindakan Maladministrasi atas Kebijakan Kepala Daerah dalam Penanganan Penyebaran Covid-19.

Surat yang ditandatangani Kepala Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah Siti Farida itu menyarankan bupati untuk mengevaluasi secara komprehensif atas rencana kebijakan melaksanakan salat Idul Fitri di Alun-Alun, serta lokasi lain di Karanganyar. Terutama karena memperhatikan kesehatan dan keselamatan warga.

Selain itu, juga disebutkan agar bupati melakukan evaluasi terhadap rencana kebijakan pelaksanaan salat Id berjamaah. Sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku, terkait pembatasan sosial berskala besar maupun pembatasan kegiatan masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19.

”Kami sebenarnya telah mempertimbangkan rencana salat Idul Fitri dengan cukup matang. Termasuk mengimbau kepada warga masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan jika melaksanakan salat Idul Fitri di masjid maupun lapangan. Namun karena ada surat dari ombudsman, maka pelaksanaan salat Idul Fitri di Kabupaten Karanganyar dilaksanakan di rumah masing-masing,” tegas Juliyatmono, Sabtu (23/5).

Bagaimana dengan sejumlah masjid yang telah melakukan persiapan guna pelaksanaan salat Id berjamaah? Orang nomor satu di Bumi Intanpari yang akrab disapa Yuli itu kembali menegaskan, jika pelaksanaan salat Id dilaksanakan di rumah.

Sementara itu, keputusan bupati yang sempat mengizinkan salat Id berjamaah di Alun-Alun menuai reaksi keras dari sejumlah pihak, termasuk para legislator.  Mantan Ketua DPRD Karanganyar yang kini duduk di DPRD Provinsi Jateng Sumanto mengatakan, semua pimpinan daerah harus kembali pada konstitusi negara. 

"Ini NKRI bukan negara federal. Dari segi anggaran Rp 2,3 triliun, yang Rp 2 triliun dari pusat. Dari segi konstitusinya begitu. Kalau ada kepala daerah merasa lebih benar dan lebih hebat dari pemerintah pusat, kelihatannya itu kepala daerahnya salah minum obat," ucap politisi dari PDIP itu. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia