alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Sosialisasi PPDB Online, Seleksi sesuai Urutan Pilihan Sekolah

28 Mei 2020, 13: 39: 59 WIB | editor : Perdana

Tangkapan layar Disdik Kota Surakarta saat sosialisasi PPDB online melalui video conference bersama sejumlah wali murid.

Tangkapan layar Disdik Kota Surakarta saat sosialisasi PPDB online melalui video conference bersama sejumlah wali murid. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Persiapan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online terus dilakukan. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta mulai sosialisasi melalui video conference. Ratusan wali murid yang terhubung aktif menyimak bahkan bertanya. Calon siswa diminta agar berkas dipersiapkan dan mendaftar sesuai jadwal yang ditentukan. 

Kasi Kesiswaan Bidang SMP Disdik Kota Surakarta Tarno mengatakan, PPDB dilakukan secara online sesuai jadwal yang telah ditentukan. Di mana ada empat jalur yang bisa dipilih. Yakni jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi. Calon siswa hanya bisa mendaftar satu jalur PPDB, dengan lima sekolah yang menjadi pilihan pendaftaran. 

“Jadi, wali murid harus mempersiapkan sekolah mana yang akan didaftarkan. Semua dilakukan secara online. Untuk jalur afirmasi, yakni bagi calon siswa dari keluarga miskin (gakin) dan anak berkebutuhan khusus (ABK) registrasi dan pendaftaran dilakukan pada 13 -15 Juni. Dan akan dilakukan verifikasi oleh dinas sosial (dinsos), apakah terdaftar gakin atau tidak,” terangnya, kemarin. 

Bagi calon siswa yang gagal pada PPDB jalur afirmasi bisa mendaftar lewat tiga jalur lain pada 26-30 Juni mendatang. Sebab itu, wali murid harus sudah melakukan pengecekan jarak sekolah. Ini memudahkan dalam pendaftaran siswa. Selain itu, khusus jalur prestasi akan dilakukan konversi nilai prestasi pada 15-18 Juni. 

“Konversi nilai prestasi ini sangat penting. Kalau tidak dilakukan konversi, maka piagam penghargaan sia-sia. Caranya melalui website PPDB online, meng-input nomor WhatsApp (WA) dan mengunggah piagamnya. Pilih satu yang nilai kejuaraannya tertinggi. Lalu akan diverifikasi dan mendapat nilai konversi piagam. Bila sudah diverifikasi, maka peserta didik bisa mendaftar jalur prestasi,” terangnya. 

Tarno menerangkan, pendaftaran melalui website PPDB, yakni calon siswa dengan kartu keluarga (KK) Solo cukup memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor WA. Secara otomatis data identitas sudah muncul. Kemudian, siswa bisa submit data dan akan mendapat akun serta password melalui WA. Siswa bisa mendaftar dengan memilih satu jalur, dengan lima sekolah yang dipilih. 

Syarat pendaftar khusus SMP adalah di bawah 15 tahun. Kalau ada anak yang usianya lebih, akan dikomunikasikan dengan mendikbud. Selain itu, jalur perpindahan harus menyertakan surat keterangan (SK) mutasi. Data siswa di Kota Surakarta sudah ada di dinas kependudukan dan pencatatan sipil (disdukcapil). 

“Intinya jalur zonasi itu beradu jarak terdekat dan prestasi beradu nilai. Dan seleksi didasarkan pada urutan pilihan sekolah. Contoh kalau kuota 200 di sekolah A, lalu ada anak yang jarak lebih dekat atau nilainya lebih bagus tapi pilihan kedua, maka kalah dengan pendaftar yang jarak lebih jauh dan nilai lebih jelek karena sekolah ini pilihan pertama,” katanya. 

Bagi siswa yang gagal masuk pada kelima sekolah pilihan, maka secara otomatis terdaftar di sekolah yang kekurangan murid. Kalau sekolah yang berada dalam satu zonasi terpenuhi, maka kemungkinan terlempar di sekolah yang lebih jauh. Sebab, pemerataan sekolah belum benar-benar tercapai. 

“Bagi pendaftar dari luar Kota Solo, tentu kami belum memiliki datanya. Kalau saat registrasi di laman PPDB Solo harus masukkan NIK, nomor WA dan identitas lain seperti mengunggah KK, Kartu Indonesia Anak (KIA), akta kelahiran, serta mengisi jenjang dan ajukan usulan pendaftaran. Dan harus ditunggu beberapa saat karena perlu diverifikasi. Setelah itu bisa mendapat akun dan password,” katanya. 

Khusus bagi pendaftar luar Solo akan masuk daftar tunggu. Di mana pendaftar dari Solo lebih diutamakan. Urutan ranking mendaftarnya di bawah urutan pendaftar dari Solo. Meski nilainya lebih tinggi. Tarno mengingatkan agar calon siswa dan wali murid mengisi secara jujur.

“Jangan memalsukan identitas karena berdampak pada peserta didik.  Risiko bisa dibatalkan hasil PPDB dan dilanjutkan dengan sanksi sesuai perundangan yang berlaku,” katanya. 

Salah satu wali murid yang ikut dalam sosialisasi Muhammad Fahrurazi mengatakan, tahun lalu pihaknya sempat kesulitan terkait registrasi data. Di mana perlu untuk mengurusnya di disdukcapil. Pada masa pandemi Covid-19 seperti tahun ini, tentu menyulitkan untuk mengurus langsung. Apalagi registrasi dan pendaftaran tahun ini dilakukan berbarengan pada 26-30 Juni. 

“Khawatirnya waktunya terlalu mepet untuk mengurus kalau ada kesalahan data. Apalagi pandemi ini tentu sulit mengurus langsung. Tapi, tadi sudah mendapat penjelasan dari disdik. Karena data langsung nge-link dengan disdukcapil. Katanya waktunya cukup untuk mengurusnya,” katanya. (rgl/bun/ria) 

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia