alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Bupati Karanganyar Janji Segera Buka Objek Wisata, dengan New Normal

29 Mei 2020, 06: 25: 59 WIB | editor : Perdana

Jalan Solo-Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu dipadati kendaraan wisatawan kemarin (28/5). Sejumlah objek wisata diserbu pengunjung selama libur Lebaran.

Jalan Solo-Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu dipadati kendaraan wisatawan kemarin (28/5). Sejumlah objek wisata diserbu pengunjung selama libur Lebaran. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar segera mengeluarkan izin pembukaan kembali objek wisata dalam waktu dekat. Pemerintah sedang mengkaji protokol kesehatan untuk menghadapi era new normal di tengah pandemi Covid-19.

Sekadar informasi, objek wisata di Bumi Intanpari sudah ditutup sejak awal Maret lalu, menyusul terjadinya pandemi Covid-19. Namun, penutupan objek wisata karena pandemi ini rupanya tak cukup digubris oleh sebagian masyarakat. Terbukti, sejumlah objek wisata di Tawangmangu dan Ngargoyoso diserbu pengunjung saat libur Lebaran awal pekan ini. Menyikapi fenomena tersebut, Bupati Juliyatmono berjanji segera membuka kembali objek wisata yang dikelola pemerintah.

”Dalam hitungan hari lah tentunya. Semoga bisa dibuka, tapi akan kami uji coba terlebih dahulu untuk penerapan new normal di objek wisata,” jelas bupati, kemarin (28/5).

Bupati mengaku sudah melakukan pembahasan bersama Perhutani maupun pengelola wisata. Prosedur penerapan protokol kesehatan yang akan diterapkan di objek wisata juga masih dikaji.

”Kalau diizinkan (buka, Red) belum, tapi sedang kami kaji. Kami menunggu petunjuk dari pemerintah pusat terkait protokol kesehatan new normal harus seperti apa. Seperti menyediakan tempat cuci tangan, menyediakan masker bagi pengunjung hingga alat pengukur suhu tubuh. Selain itu, pengelola harus membatasi jumlah pengunjung. Misalnya kalau biasanya kapasitas pengunjung 1.000 orang, ya dibatasi setengahnya saja,” imbuhnya.

Pengelola Sakura Hill Tawangmangu Parmin Sastro mengaku, pihaknya menutup lokasi wisata di tempat tersebut selama masa pandemi. Hal itu untuk menjalankan anjuran pemerintah. Selama tiga bulan ini, dia harus menanggung gaji karyawan yang bekerja. Bahkan pendapatan per bulan sekitar Rp 150 juta – Rp 200 juta hilang.

”Itu kalau kondisi ramai, ya bisa dihitung sendiri selama tiga bulan ini, hampir Rp 750 juta penghasilan kami hilang untuk pembiayaan karyawan. Kami berharap dengan adanya new normal ini bisa kembali pulih dan membantu iklim wisata di Karanganyar,” ucapnya.

Pihaknya bersama 21 lokasi wisata di Tawangmangu masih menunggu arahan dari pemerintah. ”Kami diminta untuk segera merancang simulasi penerapan new normal di kawasan wisata. Nanti kalau pemerintah sudah memperbolehkan, baru disampaikan ke Perhutani agar segera dibuka,” tegasnya. (rud/adi/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia