alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Rutan Solo Siap Terima Tahanan Baru, Rapid Test Dulu, Baru Masuk Sel

29 Mei 2020, 14: 08: 40 WIB | editor : Perdana

Aktivitas warga binaan di Rutan Surakarta sebelum Covid-19 mewabah.

Aktivitas warga binaan di Rutan Surakarta sebelum Covid-19 mewabah. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Rutan Klas IA Surakarta sedang mempersiapkan diri menyambut kenormalan baru selama pandemi Covid-19. Setelah sempat tidak menerima tahanan selama status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19, dua pekan lagi pihak rutan bakal menerima warga binaan baru.

Kebijakan tersebut diimbangi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Saat ini prosedur teknis pelayanan sedang kami susun. Mungkin dalam waktu sepekan sampai dua pekan selesai. Tapi untuk koordinasi secara lisan sudah kami sampaikan ke jajaran polres, kejaksaan maupun pengadilan. Jadi saat ini tinggal menunggu surat tertulisnya,” beber Kasi Pelayanan Tahan Rutan Surakarta David Saptoaji Putra, kemarin. 

Warga binaan baru yang diterima Rutan Surakarta hanya yang status hukumnya telah inkracht. Selain itu, narapidana (napi) harus dilengkapi hasil rapid test yang menyatakan nonreaktif. 

Teknisnya, ketika kali pertama datang, napi akan diterima tim khusus dengan menggunakan alat pelindung diri lengkap di bawah komando dokter rutan. Ketika masuk ke gerbang rutan, kondisi kesehatan mereka diperiksa secara menyeluruh. Apabila suhu tubuh tinggi, akan ditolak. 

Setelah dinyatakan sehat, papar David, napi baru tidak langsung dibaurkan dengan warga binaan lain. Namun menjalani karantina di sel karantina. Sel ini merupakan bekas kamar tahanan anak dengan kapasitas maksimal 30 orang. 

Sementara itu, secara administrasi, jumlah warga binaan di Rutan Surakarta per Kamis (28/5) sebanyak 559 orang. Namun, secara fisik yang ada di dalam berjumlah 456 orang. 

“Karena kami melakukan penghentian layanan penitipan tahanan, maka yang lain masih berada di tahanan kepolisian maupun kejakaan. Tapi karena berkasnya sudah ada di kami, maka biaya makan kami yang menanggung,” bebernya.

Soal layanan kunjungan, David mengatakan, hingga kini belum dibuka dan masih dilayani via telepon maupun lewat video conference yang disiapkan pihak rutan. (atn/wa/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia