alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Rumah Karantina Grha Wisata Ditutup: Bukan Berarti Bebas Masuk Solo!

30 Mei 2020, 09: 34: 23 WIB | editor : Perdana

Rumah karantina Grha Wisata Niaga telah ditutup. Kegiatan karantina dialihkan ke Dalem Djoyokusuman, Gajahan, Pasar Kliwon.

Rumah karantina Grha Wisata Niaga telah ditutup. Kegiatan karantina dialihkan ke Dalem Djoyokusuman, Gajahan, Pasar Kliwon. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Aktivitas di rumah karantina Grha Wisata Niaga, Sriwedari, Laweyan berangsur dihentikan. Kemarin (29/5), sebanyak 52 pemudik yang menjalani karantina dipindahkan ke Dalem Djoyokusuman, Gajahan, Pasar Kliwon.

Salah seorang petugas posko Covid-19 Kota Surakarta Hananto menuturkan, puluhan pemudik tersebut terdiri atas 47 laki-laki dan lima perempuan. "(Di Dalem Djoyokusuman) ada yang menempati kamar, ada pula di model barak. Yang perempuan di kamar bagian depan, laki-laki di belakang,” terangnya.

Posko Covid-19 yang sebelumnya terpusat di depan Grha Wisata juga dipindah ke halaman parkir sisi selatan Dalem Djoyokusuman dan tetap beroperasi hingga Solo dinyatakan zero kasus Covid-19.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menegaskan, penutupan rumah karantina Graha Wisata Niaga hanya untuk urusan karantina pemudik. Tidak menutup kemungkinan dioperasikan kembali jika ada ledakan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) pada penerapan kenormalan baru.

"Dengan ditutupnya karantina pemudik di Grha Wisata Niaga bukan berarti masyarakat bebas keluar masuk Kota Solo. Kami antisipasi masuknya pendatang dari luar daerah dengan karantina mandiri. Saya koordinasi dengan RT, RW dan kelurahan untuk melakukan jogo tonggo. Warga akan memantau datangnya penghuni baru di Kota Solo," jelasnya. (ves/wa/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia