alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Sambut New Normal, Sektor Pariwisata Perlu Regulasi Khusus

30 Mei 2020, 17: 31: 06 WIB | editor : Perdana

Lokasi wisata Cemara Kandang, Tawangmangu sudah ramai diserbu pengunjung beberapa hari terakhir.

Lokasi wisata Cemara Kandang, Tawangmangu sudah ramai diserbu pengunjung beberapa hari terakhir. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Penerapan new normal di bidang pariwisata tidak mudah. Tidak sekadar mematuhi protokol kesehatan yang selama ini dijalankan. Pemerintah perlu membuat regulasi khusus yang lebih spesifik terkait usaha jasa pariwisata. 

Sebab, slogan bersih, sehat, dan aman bukan hanya sebuah penambahan fasilitas. Namun, sudah menjadi tuntutan sebagai bentuk pelayanan prima.

“Dalam kondisi seperti ini wisatawan butuh kepastian. Agar mereka merasa aman saat berwisata. Kalau dulu wisata outbond satu helm atau pelampung bisa dipakai sampai 20 orang. Sekarang tidak bisa lagi seperti itu,” beber Ketua Association of The Indonesian Tourism and Agencies (Asita) Jawa Tengah Daryono.

Daryono menyebut sebagai pihak yang berperan mendatangkan wisatawan, Asita sepenuhnya mendukung konsep new normal yang direncanakan pemerintah. Menurutnya, kondisi tersebut memang harus dihadapi. Harapannya, pemerintah sudah menyiapkan berbagai regulasi yang lebih dari sekadar protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan yang selama ini dijalankan masih bersifat general. Perlu SOP khusus agar pelaksanaan new normal tidak ada kendala. Contohnya, standar rental transportasi atau standar rumah makan. Yang perlu diperhatikan lebih adalah destinasi objek wisata,” tegasnya.

Vakum selama empat bulan belakangan, destinasi objek wisata perlu dilakukan maintenance sebelum menerima kunjungan wisata. Memang tidak butuh waktu lama, namun diperlukan satu pemahaman bersama antardestinasi wisata. Saat ini, Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) telah menjadi single destination tourism.

“Tidak hanya Solo saja yang harus siap. Tapi harus terkoneksi semua. Maka, perlu satu kerja sama. Jangan sampai wisatawan tidak hanya berhenti di satu kota saja. Kita harus buat wisatawan extend lebih lama,” sambungnya.

Daryono menambahkan, penerapan new normal di bidang pariwisata perlu disimulasikan terlebih dahulu. Agar segala sesuatunya sudah siap. Termasuk sumber daya manusia (SDM) yang terlibat. Pemerintah harus memastikan image pariwisata yang sempurna dan siap menerima kunjungan wisata.

“Mungkin setahun dua tahun ini pariwisata di Jateng akan fokus pada wisatawan domestik,” tandasnya. (aya/bun/ria)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia