alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Jejak Isaak Pattiwael, Eks Penggawa Piala Dunia 1938 (4)

Ikut Bawa Vorstenlanden Jegal NIVB

31 Mei 2020, 13: 50: 59 WIB | editor : Perdana

LAGA SERU: Komposisi starting eleven Vortenlanden melawan NIVB di kejuaraan NIVB di Surabaya, 1935 silam.

LAGA SERU: Komposisi starting eleven Vortenlanden melawan NIVB di kejuaraan NIVB di Surabaya, 1935 silam. (DOK. DE INDISCHE COURANT )

Share this      

DALAM beberapa literasi, ternyata terselip nama Pattiwael di klub asal di Solo, 1935 silam. Sayang sosok tersebut bukan bergabung dengan Persis Solo, melainkan dengan klub bentukan Belanda. Koran Belanda menuliskan dia bergabung dengan klub Vorstenlandsche atau Vorstenlanden, nama lain yang sering menggambarkan Kota Solo di zaman Hindia Belanda.

Koran Soerabaijasch Handelsblad terbitan 23 April 1935 mencatat NIVB menggelar turnamen di Surabaya dan Malang, 19-21 April 1935. Pesertanya adalah Vortenlanden, Surabaya dan Malang. 

Pattiwael kala itu gabung dengan Vortenlanden, yang merupakan gabungan pemain dari Solo dan Jogja. Ada beberapa pemain dari VBS (klub lokal di Solo buatan Belanda) seperti Soemarno, Siswanto hingga Wisman. Selain itu dua pemain asal Belanda juga diketahui ikut bergabung, yakni De Groot (gelandang) dan bek asal Jogja De Jong. 

Nama lain yang ikut masuk di skuad ini adalah Boen Tong, Ahmad Abdat, Soeparman, Soeparso, Soemarso, Soetarso, Soekarso, Soesiswo, dan Masimin. Bergabung juga Slamet Ngalim yang sempat membawa PSIM juara kompetisi PSSI di tahun 1932.

Pattiwael selalu jadi pemain kunci. Di hari pertama (19/4/1935) di Surabaya, Vorstenlanden mengandaskan tuan rumah 2-1. Sehari kemudian, Vorstenlanden kembali menang. Kali ini unggul atas NIVB (all star) 3-2. 

Dua kali menelan kekalahan di depan pendukungnya sendiri (atas Surabaya 1-5, dan NIVB 1-4), membuat Malang bangkit. Vorstenlanden jadi korban (20/4/1935), host menang tipis 1-0 lewat gol Schuurmans.

Sementara itu tim NIVB dipastikan menjadi juara setelah menang 4-1, kala bertemu Surabaya. Dari segi catatan poin, NIVB dan Vorstenlanden sama-sama meraih poin yang sama yakni lima, dari hasil dua kali menang dan sekali kalah. Sayang Vorstenlanden harus puas berada di tempat kedua karena kalah produktivitas gol.

Sementara itu ada hal menarik juga, saat kedatangan tim Manila Filipina di bumi pertiwi pertengahan 1935. Tim ini bertanding dua kali di Kota Solo. Yakni melawan VBS, 1 Juni 1935 dan Vorstenlandsch Voetbalteam, 2 Juni 1935.

Menariknya tim Vorstenlandsch disini bukan Persis, yang sempat menggunakan nama Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB), melainkan pemain asal Solo dari tim VBS, seperti Diono, Marso, Kosso, A. Hasam, Aliadat dan Wisman.

Mereka bergabung dengan pemain asal Jogja di tim ini, seperti V. de Jong, Soeparman, Soegiarto, Koesman, Soemarno, Slamat Ngalim, Tarso, Masimin, Moeljadi, Siswanto, Siswo, F. de Groot, Boeton, dan termasuk Pattiwael.

RSSSF mencatat VBS kalah 1-2 dan Vortenlanden seri 1-1 atas Manila. Hadirnya Manila seperti sebuah balasan. Sebelumnya NIVB di tahun 1934 ikut di kejuaraan Far Eastern Games di Manila. Berlanjut Februari 1935, NIVB juga mengikuti kejuaraan mini di Manila, melawan beberapa klub lokal disana.

Saat Manila datang ke Hindia Belanda, ternyata posisi NIVB tengah terguncang. Beberapa anggota memutuskan keluar, seperti dari Bandung hingga Semarang. Solo dan Jogja masih setia dengan NIVB. NIVB sendiri resmi dibubarkan Juli 1935. Federasi baru bernama NIVU akhirnya dibentuk, dan diresmikan FIFA pada Mei 1936. Koran-koran Belanda mencatat Pattiwael bergabung dengan bond Belanda di Kota Jogja di tahun 1934-1935. Pertengahan November 1934, Pattiwael juga ikut membuat timnya menang 6-0 atas VBS di Stadion Sriwedari. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia