alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

90 KK di Joyotakan Lulus Karantina

Kembali Beraktivitas dengan Protokol Kesehata

31 Mei 2020, 10: 50: 59 WIB | editor : Perdana

SEGERA DIBUKA: Akses menuju RT 01 dan RT 02 di RW 02, Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Pasar Kliwon saat diberlakukan karantina, 17 Mei lalu.

SEGERA DIBUKA: Akses menuju RT 01 dan RT 02 di RW 02, Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Pasar Kliwon saat diberlakukan karantina, 17 Mei lalu. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sudah 14 hari sebanyak 247 warga yang terdiri dari 90 kepala keluarga (KK) menjalani karantina. Hari ini, Minggu (31/5), mereka dinyatakan lulus dan diizinkan kembali beraktivitas seperti biasa namun tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

Lurah Joyotakan Purbowinoto menuturkan, ratusan warga di RT 01 dan RT 02, RW 02 menjalani karantina sejak 16 Mei. "Selama menjalani karantina situasi kondusif. Warga patuh (protokol kesehatan). Termasuk warga lain di sekitar lingkungan,” jelasnya kemarin (30/5). 

Dengan berakhirnya masa karantina, sejumlah akses lingkungan yang sebelumnya disekat segera dibuka. Lurah mewanti-wanti warganya tetap mengedepankan protokol kesehatan. Baik di rumah, lingkungan tempat tinggal, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. 

"Warga sudah boleh beraktivitas di luar. Syaratnya patuh protokol kesehatan. Yang mau bekerja sudah boleh, yang mau jualan bisa kembali menggelar lapak masing-masing, yang penting terapkan perilaku hidup bersih dan sehat," beber dia.

Sekadar informasi, karantina wilayah di sebagian Kelurahan Joyotakan dilakukan setelah satu warganya terkonfirmasi positif korona pada pertengahan Mei. Kondisi tersebut juga ditindaklanjuti dengan rapid test. Hasilnya, sepuluh warga lainnya reaktif Covid-19. Dua di antaranya dinyatakan positif korona.

Rapid test masal kembali dilakukan sebagai antisipasi penyebaran korona di wilayah setempat. "Yang positif atau reaktif langsung ditangani pemkot. Langsung dibawa ke rumah sakit yang menangani. Kami bisa pastikan warga yang bebas karantina ini tidak ada kendala atau lainnya karena semasa karantina terus dicek petugas medis. Insya Allah aman dan kondusif," beber Purbowinoto.

Warga yang reaktif korona telah menjalani rangkaian swab test dan masih menunggu hasilnya. Pemkot berharap hasilnya negatif.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih menuturkan, hingga 30 Mei, jumlah kasus positif korona sebanyak 33 orang. Dari jumlah itu, 22 orang sembuh, empat  meninggal dan tujuh orang dirawat. “Belum ada penambahan (kasus positif). Kami harap yang reaktif (warga Joyotakan) hasil swab-nya negatif," beber dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia