alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Relaksasi OJK Ringankan BPR/BPRS

31 Mei 2020, 13: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Relaksasi OJK Ringankan BPR/BPRS

SOLO – Kalangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah di Kota Bengawan menyambut baik relaksasi lanjutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Sekretaris Paguyuban Pemegang Saham dan Komisaris (Pesakom) BPR/BPRS Solo Sih Yuanti, relaksasi yang akan diterbitkan OJK tersebut menolong BPR/BPRS dari sisi penilaian tingkat kesehatan bank.

"Namun, untuk urgensi permasalahan BPR/BPRS terkait dampak Covid-19 adalah likuiditas belum ada solusi. BPR/BPRS membutuhkan talangan dana segar karena relaksasi kredit sebelumnya adalah penundaan pembayaran angsuran. Apalagi kewajiban membayar bunga simpanan, premi LPS, pungutan OJK, pajak, dan operasional bank tetap berjalan," ungkapnya belum lama ini.

Ditambahkan Yuanti, risiko likuiditas akan berdampak langsung pada risiko operasional bank. Dalam relaksasi lanjutan yang bakal diterbitkan OJK disebutkan, BPR dan BPRS dapat membentuk penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) umum kurang dari 0,5 persen atau bahkan tidak membentuk PPAP umum.

Kepala OJK Surakarta Eko Yunianto menerengkan, sebelumnya OJK pusat sudah menerbitkan kebijakan restrukturisasi kredit untuk perbankan, baik bank umum (konvensional dan syariah) maupun BPRS dan BORS serta restrukturisasi pinjaman di perusahaan pembiayaan.

"Sampai posisi 18 Mei 2020, 95 bank telah mengimplementasikan restrukturisasi kredit pada 4,9 juta debitur dengan nilai outstanding Rp 458,8 triliun. Sementara untuk perusahaan pembiayaan posisi 26 Mei 2020, dari 183 perusahaan pembiayaan sudah melakukan restrukturisasi sebanyak 2,1 juta kontrak dengan jumlah outstanding Rp 66,78 triliun. Di Solo, angkanya terus meningkat, baik jumlah debitur yang direstrukturisasi maupun nilainya," urainya. (aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia