alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Ribuan Kendaraan Padati Tawangmangu, Vila & Tempat Nongkrong Penuh

01 Juni 2020, 07: 27: 22 WIB | editor : Perdana

Jalan di kawasan Tawangmangu macet kendaraan. Sejumlah penginapan dan tempat nongkrong di sana sudah penuh pengunjung di masa pandemi, akhir pekan kemarin.

Jalan di kawasan Tawangmangu macet kendaraan. Sejumlah penginapan dan tempat nongkrong di sana sudah penuh pengunjung di masa pandemi, akhir pekan kemarin. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Meski tempat wisata di Karanganyar belum dibuka, namun ribuan kendaraan berpelat luar daerah sudah mulai menyerbu Tawangmangu, akhir pekan kemarin. Bahkan, rumah makan di kawasan wisata ini pun kebanjiran pengunjung. Kondisi ini tentu sangat rawan bila tidak diiringi adanya sosial distancing dan memperhatikan protokol kesehatan.

Sutrisno, warga Tawangmangu mengatakan, lonjakan pengunjung di kawasan wisata Tawangmangu terjadi pascalebaran. Atau setelah pemerintah berencana menerapkan tata kehidupan normal baru atau new normal. Padahal, sampai saat ini beberapa lokasi wisata di kawasan itu belum dibuka dan masih menunggu proses kajian dari pemerintah setempat.

“Paling mereka itu hanya jalan-jalan saja di Tawangmangu, makan di rumah makan yang buka, kemudian nongkrong di pinggir jalan karena jenuh di rumah. Sampai saat ini lokasi wisata masih tutup,” terang Sutrisno.

Di antara mereka, masih ditemukan pelanggaran protokol kesehatan, yakni tidak mengenakan masker dan rawan terjadi kerumunan di tempat makan maupun nongkrong.

Di sisi lain, Koordinator Relawan Masyarakat Tawangmangu Peduli (Mantab) Joko Lucky mengungkapkan, pihaknya bersama sejumlah relawan telah membongkar Posko Penanggulangan Covid-19 di Tawangmangu. Ini terpaksa dilakukan setelah ada kebijakan pemerintah yang memberi sinyal akan membuka tempat wisata di Karanganyar.

“Sekarang kami bongkar. Kalau diperlukan lagi, kami siap selalu menjaga dan mencegah virus korona,” kata Joko.

Ditanya terkait dengan adanya lonjakan pengunjung di wilayah Tawangmangu, Joko mengaku, sejak adanya kelonggaran dari pemerintah yang akan menerapkan new normal untuk kawasan wisata, ribuan pelancong sudah terlihat  memadati Tawangmangu. Bahkan, beberapa penginapan dan vila di kawasan tersebut sudah penuh ditempati oleh sejumlah pengunjung dari berbagai wilayah.

Untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus korona dan penerapan protokol new normal, Joko mengaku, saat ini sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan bupati. Hasil dari koordinasi tersebut, nantinya relawan bersama jajaran TNI dan Polri di wilayah Tawangmangu akan melakukan sweeping terhadap pengunjung di wilayah ini.

“Tadi setelah melihat adanya beberapa foto dan video yang disebarkan oleh teman-teman, bupati dan camat langsung memerintahkan kami agar besok operasi masker terhadap pengunjung. Kalau ada pengunjung yang tidak pakai masker dan tidak menaati protokol kesehatan, maka sesuai anjuran bupati, langsung disuruh kembali,” jelas Joko. 

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengaku telah mendapatkan laporan kepadatan lalu lintas di wilayah Tawangmangu. Menyikapi hal ini, bupati akan segera mengambil kebijakan bagi pengunjung yang ingin bepergian ke Tawangmangu di masa pendemi dan persiapan new normal. 

“Lalu lintasnya yang ramai, karena wisata juga belum kami izinkan dibuka. Kami akan tertibkan agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Dan kami nanti akan melakukan operasi masker di beberapa kerumunan. Kalau ada yang tidak pakai masker, maka akan disuruh balik,” tegasnya.

Camat Tawangmangu Rusdiyanto mengaku, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan jajaran TNI, Polri, dan Relawan Taeangmangu. Tim Gugus Tugas Pencegahan Penanganan Covid-19 sedang mempersiapkan teknis operasi terhadap pengunjung di kawasan Tawangmangu. “Ya, ini sedang dibahas. Kami akan bersikap tegas terhadap pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya. (rud/bun/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia