alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka Sekolah di Solo Dimulai Desember

02 Juni 2020, 08: 40: 44 WIB | editor : Perdana

Seorang pembuat face shield membuat face shield untuk anak sekolah.

Seorang pembuat face shield membuat face shield untuk anak sekolah. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pemkot Surakarta menetapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai Desember 2020. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo akan mengeluarkan peraturan wali kota (perwali) sebagai regulasi resmi pelaksanaan new normal di dunia pendidikan.

Hal itu disampaikan wali kota usai memimpin rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surakarta di Balai Kota, kemarin. Keputusan untuk memulai KBM pada Desember didasari atas masukan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Surakarta.

“Salah satu masukan IDAI dan IDI mengusulkan anak sekolah bertatap muka pada Desember. Perwali  juga mengatur anak agar tidak bergerombol. Pertimbangan tingkat kematian anak paling tinggi di dunia adalah di Indonesia. Sehingga aturan ini dituangkan dalam perwali. Termasuk anak bersepeda, menggunakan masker, dan tidak boleh bergerombol,” katanya.

Perwali segera disusun dan akan terbit paling lambat tiga hari ke depan. Sebelum perwali muncul, wali kota akan meminta masukan dari pihak sekolah terlebih dahulu. Rencananya hari ini seluruh kepala SMP negeri akan diundang dalam pengarahan terkait teknis new normal dalam dunia pendidikan.

“Besok (hari ini) saya berikan pengarahan di SMPN 4. Masukannya (kepala sekolah) kita jadikan acuan. Belajar tatap muka paling cepat Desember,” terang Rudy.

Bagaimana jika pemerintah pusat menetapkan KBM dimulai Juli tahun ini? Wali kota menegaskan bila pertemuan tatap muka tetap Desember meski KBM dimulai Juli. “KBM silakan, tapi tatap mukanya tetap Desember. Kami akan kirim surat ke sana (Kemendikbud),” ujarnya.

Khusus siswa baru di SMP, pemkot meminta agar tidak ada kegiatan orientasi sekolah. Bahkan, wali kota meminta pihak sekolah bersiap menggunakan pembelajaran sistem daring bagi siswa baru.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Etty Retnowati mengamini instruksi wali kota terkait pelaksanaan KBM.“Kami ikuti aturan saja. Kalau pusat belum ada aturan yang jelas, kita pakai perwali nanti. Tapi kalau ternyata muncul aturan baru, kita komunikasikan lagi. Yang penting kita selamatkan anak-anak kita agar tidak terkena penyakit,” katanya. (irw/bun/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia