alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Melacak Jejak Kelahiran Laskar Sambernyawa yang Penuh Teka-Teki (1)

Tanggal Lahir yang Masih Jadi Tanda Tanya

02 Juni 2020, 12: 10: 28 WIB | editor : Perdana

Piala tertua koleksi Balai Persis bertahun 1923.

Piala tertua koleksi Balai Persis bertahun 1923. (DOK. NIKKO AUGLANDY)

Share this      

Persis Solo jadi salah satu klub pribumi tertua yang masih eksis hingga hari ini. Bahkan hingga usianya yang pada 2020 ini genap 97 tahun. Berikut kisah kelahiran klub berjuluk Laskar Sambernyawa ini.

NIKKO AUGLANDY, Solo, Radar Solo

JIKA bicara catatan sejarah Persis, tentu perayaan ulang tahun di 8 November 2013 jadi salah satu momen besar. Sebelum perayaan di tanggal tersebut, publik pecinta sepak bola di Kota Solo geger dengan munculnya sebuah cuitan di Twitter. Pemilik akun @Persissolo (bukan akun official tim) mengunggah repro potongan kecil lembaran koran berbahasa Belanda. Di situ tertulis Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB) yang merupakan nama lama dari klub Persis Solo, yang dinyatakan berdiri 8 November 1923. 

Unggahan @Persissolo langsung disambut petinggi Pasoepati. Tepat 8 November 2013, monumen Tugu Kebangkitan Nasional disemuti ratusan Pasoepati. Ada 90 lilin dinyalakan, yang merepresentasikan umur Persis kala itu.

Jalan di Tugu Lilin macet. Lokasi jalan itu tepat berada di depan mes bekas klub Solo FC yang kala itu ditempati Persis versi PT LPIS.

Sosok di balik adanya gerakan perayaan HUT ke-90 Persis tersebut adalah seorang Pasoepati bernama Viansyah. Jawa Pos Radar Solo sempat menelepon Viansyah usai munculnya status di dunia maya tersebut. 

Viansyah mengungkapkan, potongan koran berbahasa Belanda tersebut merupakan hasil kiriman dari sang paman yang sempat berkunjung di salah satu museum di Utrechts Belanda. Berpedoman pada potongan koran itu, akhirnya setiap 8 November, baik Persis dan suporter Persis selalu membuat sebuah perayaan ulang tahun. 

Namun, ada fakta lain yang muncul ketika Jawa Pos Radar Solo menemukan halaman full Soerabaiasch Handelsblad yang berbahasa Belanda terbitan 21 Februari 1935. 

Mencengangkan, karena 90 persen potongan tulisan di koran ini hampir sama dengan potongan koran yang yang disebar oleh Viansyah. Sayangnya, kalimat “(V.V.B werd opgericht op 8 November 1923)” sama sekali tak tertulis di edisi Soerabaiasch Handelsblad.

Hal ini jadi sebuah pertanyaan baru. Apakah benar apa yang ditemukan salah satu anggota Pasoepati tersebut adalah koran Soerabaiasch Handelsblad? Atau surat kabar lain? Entahlah.

Teka-teki makin rumit, karena ada satu piala di Balai Persis yang memunculkan sebuah tanda tanya baru. Di sana terdapat sebuah piala kecil berbentuk seperti cangkir. Usia piala itu menjadi paling tua dibanding puluhan piala yang ada di dalam lemari bertingkat tiga tersebut. Di badan piala masih terlihat jelas pahatan bertuliskan “Klaten 3-9-23”, serta “1898-1923” di dindingnya. 

Jika merujuk tanggal di sana, besar kemungkinan piala ini diberikan pada acara puncak pertandingan sepak bola yang digelar pada 3 September 1923. Tanggal tersebut adalah dua bulan sebelum tanggal berdirinya Persis versi klaim tanggal 8 November. Inilah yang menjadi tanda tanya baru.

Namun, belum bisa dipastikan, apakah piala itu memang milik Persis atau bukan. Ini lantaran masih minimnya literasi dan narasumber terpercaya.

“Semua piala yang ada di Balai Persis, semuanya adalah koleksi dari perjalanan Persis dari masa ke masa. Banyak piala tua yang masih tersimpan rapi di sini,” terang salah satu klub internal PS Massa Hari “Gogor” Isranto.

Informasi itu tentu juga tidak bisa ditelan mentah-mentah. Apalagi Persis merupakan sebuah tim besar yang menaungi banyak tim lokal di dalamnya. Saat ini saja sudah ada 26 klub internal di tubuh Askot PSSI Surakarta. Itu belum termasuk klub tua di Persis Solo, yang beberapa nama kini sudah lama vakum.

Namun jika kita merujuk pada literasi yang paling jelas, tentu bisa terlihat di Perpustakaan Nasional. Di mana di situ masih tersimpan koran terbitan Solo bernama Darmo Kondo. Pada edisi 31 Maret 1923, tercatat jelas ada beberapa klub internal yang ikut melahirkan bond bernama VVB.

“Dari oesahanja perhimpoenan Djawa Voetbalen Romeo, Legion, De Leeuw, Mars telah saja memperdirikan bond dan bond itoe diberi nama Vorstenlandshe Voetbal Bond Soerakarta, dan statutennja akan dipohonkan hak recht persoon kepada pemerintah. Mardjoekan kepada sport,” tulis isi koran Darmo Kondo tersebut.

Jika merujuk tanggal tersebut, itu artinya akhir Maret kemarin, Persis genap berusia 97 tahun. Usia yang cukup tua untuk sebuah klub yang masih berjuang di kasta kedua saat ini. (*/nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia