alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Harga Bawang Merah Naik

02 Juni 2020, 13: 39: 32 WIB | editor : Perdana

MEROKET: Pedagang bawang putih dan bawang merah di Pasar Kacangan, Kecamatan Andong, Boyolali, Februari lalu.

MEROKET: Pedagang bawang putih dan bawang merah di Pasar Kacangan, Kecamatan Andong, Boyolali, Februari lalu. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

BOYOLALI – Usai Lebaran, biasanya harga-harga kebutuhan pokok turun. Tapi, kali ini justru harga bawang merah di Boyolali melambung. Harga bawang merah terpantau naik jadi Rp 50 ribu-Rp 60 ribu per kilogram (kg). Padahal selama bulan puasa Ramadan dan Lebaran, harganya terpantau stabil. Di kisaran Rp 40 ribu per kg.

Sugiyem, 53, pedagang Pasar Sambi mengaku harga bawang merah terus meroket setelah Lebaran. Awalnya, naik di kisaran Rp 45 ribu-Rp 50 ribu per kg. Namun sekarang sudah tembus Rp 60 ribu per kg. 

“Perkiraan kenaikan harga ini tidak akan bertahan lama. Apalagi permintaannya juga minim. Selain itu, pasokan bawang merah sebentar lagi melimpah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (1/6).

Iyem, 50, pedagang lainnya mengaku harga bawang merah perlahan naik sejak sepekan terakhir. Seiring stok bawang merah di tingkat distributor yang makin menipis. “Tapi informasinya, petani bawang merah sudah mulai panen. Jadi harganya mungkin segera turun,” ujarnya.

Rahayu, 30, warga Sambi mengaku punya alternatif menyiasati lonjakan harga bawang merah. Dia beralih menggunakan bawang bombai. Selain lebih murah, stok di pasaran juga melimpah. “Meski rasanya tidak seperti bawang merah. Lebih irit pakai bawang bombai,” bebernya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia