alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Kasus Turun, New Normal Nanti Dulu Pemkab Belum Rampung Mengkaji

02 Juni 2020, 13: 56: 02 WIB | editor : Perdana

TAK SEMBARANG MASUK: Tenaga kesehatan mengukur suhu tubuh pengunjung pasar tradisional Mei lalu.

TAK SEMBARANG MASUK: Tenaga kesehatan mengukur suhu tubuh pengunjung pasar tradisional Mei lalu. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Berbeda dengan Karanganyar yang mulai membuka tempat publik dalam rangka penerapan new normal, Kota Makmur memilih menahan diri meskipun kasus positif korona yang sembuh sekitar 50 persen.

Mengacu data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 35 orang. Per Minggu (31/5), data kumulatif positif Covid-19 sebanyak 71 orang. Terdiri dari 11 isolasi mandiri, 18 isolasi di rumah sehat, tiga rawat inap, 35 sembuh, dan empat meninggal dunia.

"Ada tambahan enam orang sembuh dari Sabtu (30/5) yang jumlahnya 29 orang. Jadi total sembuh 35 orang. Ya, kurvanya sudah mulai turun. Semoga cepat membaik," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Senin (1/6).

Dari total 35 pasien sembuh, 15 orang dari Kecamatan Grogol, tujuh orang dari Mojolaban, lima dari Kartasur, empat dari Nguter, Tiga dari Baki, dan satu Bendosari.

Kapan akan memberlakukan new normal? Yunia mengatakan pemkab belum akan menerapkannya dalam waktu dekat. “Kajian belum kelar. Tapi beberapa instansi sudah persiapan. Termasuk sosialisasi, itu juga persiapan,” katanya.

Sementara itu di Pasar Gawok, petugas membuat tanda menggunakan cat agar penjual dan pembeli, Minggu (31/5). Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM (DisdagkopUKM) Kabupaten Sukoharjo Sutarmo mengatakan, pembuatan marking tersebut untuk persiapan kenormalan baru. "4 Juni nanti Pasar Gawok mulai kami buka dengan protokol kesehatan yang ketat," ujar dia.

Seluruh instansi terkati, lanjut Sutarmo, akan bekerja sama mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di Pasar Gawok. Mengingat, ketika pengunjung berjubel rentan terjadi penularan Covid-19. 

"Satpol PP, dishub (dinas perhubungan) dan satpam pasar akan mengawasi semua pengunjung. Tidak pakai masker dilarang masuk pasar. Jaga jarak dan cuci tangan dengan sabun," tegasnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia