alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

880 Calon Jamaah Haji Asal Karanganyar Batal ke Tanah Suci Tahun Ini

02 Juni 2020, 19: 20: 19 WIB | editor : Perdana

Sejumlah CJH asal Kabupaten Karanganyar saat mengikuti kegiatan sebelum keberangkatan jamaah.

Sejumlah CJH asal Kabupaten Karanganyar saat mengikuti kegiatan sebelum keberangkatan jamaah. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Sebanyak 880 calon jamaah haji (CJH) gagal berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Hal ini menyusul masih terjadinya pandemi Covid-19. 

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar Wiharso mengungkapkan, pembatalan pemberangkatan CJH tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraaan Ibadah Haji Tahun 1441 H/220 M.

“Ya setelah adanya keputusan tersebut, untuk pelaksanaan ibadah haji di Karanganyar kami tunda tahun berikutnya. Dan ibadah umrah juga ditunda,” jelas Wiharso, Selasa (2/6).

Di sisi lain, Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar Sunarno menjelaskan, pembatalan tersebut juga lantaran harus ada masa karantina terhadap CJH selama 14 hari. Baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan haji. Hal tersebut yang menjadi salah satu pertimbangan pembatalan.

Padahal, sesuai jadwal, 880 CJH asal Karanganyar yang terbagi menjadi tiga kelompok terbang (kloter) tersebut bakal diberangkatkan pada Kamis (25/6). Namun, semua pemberangkatan harus dibatalkan.

“Mereka (CJH) sudah lunas untuk pembayaran dan juga telah melakukan suntik vaksin meningitis di masing-masing puskesmas,” jelas Sunarno.

Sementara itu, sesuai keputusan menteri agama, setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk tahun ini akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Nantinya, gubernur atau kepala daerah terkait dapat kembali mengusulkan untuk pelaksanaan ibadah haji tahun berikutnya.

Kemudian, untuk petugas haji daerah (PHD) pada penyelenggaraan ibadah haji 2020 juga dinyatakan batal. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia