alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

KBIH Muhammadiyah Kecewa Putusan Mendadak Menag: CJH Pasti Lebih Getun

03 Juni 2020, 08: 11: 39 WIB | editor : Perdana

Calon jamaah haji yang siap berangkat pada musim haji tahun sebelumnya.

Calon jamaah haji yang siap berangkat pada musim haji tahun sebelumnya. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pembatalan pemberangkatan ibadah haji tahun ini membuat kecewa calon jamaah haji (CJH). Sempat diberi harapan untuk berangkat, pemerintah secara mendadak membatalkannya.

Koordinator Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Muhammadiyah Surakarta Subari mengatakan, harapan CJH untuk berangkat ke Tanah Suci muncul ketika pemerintah memberi batas akhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) pada 22 Mei 2020. Atau tepat dua hari sebelum Idul Fitri. Kemudian, pemerintah memberi perpanjangan waktu maksimal 29 Mei 2020. Selang empat hari, akhirnya pemerintah melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 mengumumkan pembatalan pemberangkatan.  

“Setelah ada perintah pelunasan (BPIH, Red) itu, jamaah punya harapan besar untuk jadi berangkat. Tapi mendadak batal,” kata Subari, kemarin.

Subari menegaskan, KBIH sebagai pelayan CJH merasa kecewa. Namun, dia yakin rasa kecewa CJH jauh lebih besar. Sebab, persiapan keberangkatan CJH sudah selesai. Manasik haji pun sudah dilakukan sejak sebulan setelah kepulangan jamaah haji 2019. Mereka sudah mengeluarkan banyak waktu serta biaya yang tidak sedikit.

“Kecewa pasti. Kekecewaan itu akan hilang saat ada penjelasan sejelas-jelasnya oleh pemerintah. Meskipun sebenarnya jamaah juga sudah memiliki prediksi tentang hal ini,” imbuhnya.

Sebagai pengurus KBIH, dia berharap pemerintah memberikan penjelasan detail terkait pembatalan ibadah haji tahun ini. Mulai dari alasan pembatalan, kompensasi yang didapatkan CJH, pengaturan biaya haji yang telah dibayar hingga kepastian pemberangkatan pada musim haji berikutnya.

“Mudah-mudahan ada hikmah yang bisa diambil. Kami juga meminta jamaah untuk mementingkan kemaslahatan orang banyak daripada kepentingan pribadi,” paparnya.

KBIH Muhammadiyah Surakarta sendiri tahun ini rencananya memberangkatkan 130  CJH. Sebelumnya pihak KBIH telah memberikan tambahan pengetahuan terkait tuntunan ibadah haji dalam kondisi wabah. Materi tersebut disampaikan untuk mempersiapkan diri jika ibadah haji tahun ini jadi dilaksanakan. (irw/ria)  

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia