alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Seluruh BPIH sudah Lunas, Penantian 10 Tahun CJH Asal Solo Ambyar

03 Juni 2020, 08: 32: 09 WIB | editor : Perdana

Jamaah haji asal Sukoharjo bersujud syukur dan menangis haru saat tiba di Bandara Adi Soemarmo, tahun lalu.

Jamaah haji asal Sukoharjo bersujud syukur dan menangis haru saat tiba di Bandara Adi Soemarmo, tahun lalu. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kota Bengawan terpaksa harus gigit jari.  Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan kebijakan tidak akan memberangkatkan CJH tahun ini lantaran masih terjadi pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta Musta’in Ahmad mengatakan, pengumuman dari kemenag ini langsung diberitahukan kepada CJH yang semestinya berangkat tahun ini. Kebetulan telah dibentuk grup WhatsApp untuk masing-masing kelompok CJH.

“Kan ada kelompok di kecamatan, ada di bimbingan. Nanti sosialisasinya lewat kelompok itu, tidak mungkin kita kumpulkan bersamaan,” kata Musta’in, kemarin.

Berdasarkan data, ada sekitar 510 CJH asal Solo yang seharunya berangkat ke Tanah Suci mulai akhir Juni ini. Mereka sudah mengantre antara 10 sampai 11 tahun.

”Yang jelas, pemerintah akan terus mendampingi jamaah dalam melewati masa sulit ini. Kita akan terus dampingi supaya secara moral mereka tidak down. Memang sedih dan kecewa itu pasti, tapi mereka juga lega. Karena sudah ada kepastian, tidak lagi harap-harap cemas,” jelas Musta’in.

Dengan pembatalan pemberangkatan di 2020 ini, tentu akan berimbas pada antrean-antrean berikutnya. ”Tahun ini mundur tahun depan, tahun depan mundur tahun depannya lagi. Jadi mundur setahun. Mudah-mudahan tahun depan sudah tidak ada pandemi,” papar Musta’in. 

Soal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), sebenarnya seluruh CJH asal Solo sudah melunasi. Diakui Musta’in, pihaknya masih akan merumuskan terkait mekanisme dana tersebut. “Yang jelas ini masih kita susun. Ini dana masyarakat, kalau mungkin ada kebutuhan yang mendesak, dana bisa diambil dulu, nanti dilunasi lagi. Ini sedang kita susun caranya seperti apa,” pungkas Musta’in. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia