alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Dituntut 18 Bulan Bui, Wakil Ketua DPC PDIP Sragen Akui Terima Setoran

03 Juni 2020, 13: 54: 05 WIB | editor : Perdana

Wakil Ketua DPC PDIP Sragen nonaktif Supriyanto (kanan) didampingi kuasa hukumnya, beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua DPC PDIP Sragen nonaktif Supriyanto (kanan) didampingi kuasa hukumnya, beberapa waktu lalu. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen menuntut Wakil Ketua DPC PDIP Sragen nonaktif Supriyanto pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan, dikurangi masa tahanan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. 

Terdakwa juga diwajibkan membayar denda senilai Rp 50 juta subsidair selama tiga bulan kurungan dengan perintah agar terdakwa tetap berada dalam tahanan.

JPU Langgeng Prabowo dalam tuntutannya menyebut, Supriyanto terbukti melakukan korupsi dalam perkara dugaan penyimpangan penyaluran bantuan alat mesin pertanian (alsintan) 2017-2018. JPU menyatakan, sejumlah barang bukti, seperti uang tunai, traktor roda empat, maupun slip tunai dipergunakan dalam perkara lain atas nama Agus Tiyono Bin Parno.

Terdakwa Supriyanto dianggap secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana dimaksud dalam dakwaan kedua yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. 

Supriyanto mengakui memang menerima setoran uang hasil pungutan dari kelompok tani (poktan) penerima bantuan. Meski berselisih di nominal, politisi PDIP asal Dukuh Bolorejo, Karangmalang, Sragen itu menyatakan, rata-rata uang yang diterima separo dari uang pungutan yang ditarik dari poktan. 

Adapun uang pungutan yang diistilahkan sebagai uang tanda terima kasih tersebut dipungut dari poktan oleh pelaku lain bernama Agus Tiyono, selaku perangkat desa asal Tanggan, Gesi, Sragen.

"Dari pengakuan saat pemeriksaan, total uang yang diterima terdakwa dari Agus sekitar Rp 18 juta. Hanya saja, dari pengakuan Agus, dari Rp 122 juta hasil pungutan yang diperoleh dari enam poktan, dia mengaku hanya menerima Rp 35 juta dari Supri. Jadi biar dibuktikan di sidang," ungkap Langgeng. (jks/jpg/wa/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia