alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Sukoharjo Mulai New Normal Hari Ini, Tempat Ibadah Belum Dibuka

05 Juni 2020, 09: 34: 54 WIB | editor : Perdana

Rapid test masal yang dilaksanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo.

Rapid test masal yang dilaksanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Sejumlah daerah mulai melakukan uji coba tatanan normal baru atau new normal. Misalnya di Sukoharjo, penerapan new normal dimulai hari ini (4/6) hingga dua pekan ke depan. 

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, ada beberapa parameter yang sudah ditentukan oleh Menteri Dalam Negeri terkait keputusan pemberlakuan new normal.

“Pertama dari aspek epidemiologi grafik. Mulai dari pasien ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan), pasien positif, dan kematian penularan harus turun,” beber pria yang juga Sekda Sukoharjo, kemarin. 

Lalu, parameter kesiapan daerah dari segi prasarana peralatan medis kriteria, dan terakhir adalah kemampuan daerah untuk melacak. Kalau rumus-rumus itu dimasukkan, maka Sukoharjo masih memenuhi syarat epidemiologi termasuk zona hijau. Kemudian kriteria kesiapan daerah dan kemampuan untuk melacak masuk kategori sedang. “Ini memenuhi syarat berdasarkan kategori dari yang ditetapkan mendagri,” ujarnya.

Namun, yang perlu diwaspadai dan diperhatikan soal pemahaman normal baru itu adalah tidak menghilangkan kewaspadaan. Sehingga bukan berarti dibuka langsung dan warga bebas beraktivitas di luar rumah maupun berkerumun.

“Tetap harus memperhatikan protokol kesehatan. Mulai dari kewajiban memakai masker, cuci tangan sebelum dan sesudah aktivitas, dan jaga jarak. Ini akan diawasi secara ketat,” ujarnya.

Tahap awal new normal, mulai hari ini pelayanan masyarakat sudah mulai dibuka kembali. Para ASN akan kembali bekerja, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Untuk tempat ibadah belum dibuka. Ini masih kita rumuskan dengan berbagai pihak,” katanya.

Kemudian terkait kegiatan sosial ekonomi masyarakat sudah diperbolehkan. Hanya saja, untuk usaha yang berlokasi di tempat dengan sirkulasi udaranya kurang, belum diizinkan buka. Seperti bioskop, karaoke, spa, dan sejenisnya baru aman dibuka ketika benar-benar aman.

“Uji coba new normal ini akan berlaku hingga 14 hari ke depan. Kemudian akan dilakukan evaluasi, apakah hasilnya positif atau negatif. Ini akan menjadi dasar apakah kebijakan ini akan dilanjutkan atau tidak,” ujarnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, untuk klinik-klinik kecantikan, tempat kebugaran, massage, dan spa memang berada di bawah pengawasan dinkes.

“Benar, akan dibuka belakangan. Harus ada evaluasi perkembangan epidemiologi dalam dua pekan pertama, kedua, dan ketiga. Kalau itu aman, baru bisa dibuka dengan pembatasan protokol kesehatan,” kata Yunia. (kwl/bun/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia