alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Berburu Pekerjaan di Tengah Pandemi, Pemohon Kartu Kuning Membeludak

05 Juni 2020, 12: 51: 03 WIB | editor : Perdana

Antrean pemohon AK1 di kantor Dinkopnaker Boyolali, kemarin. Dokumen tersebut sebagai syarat mencari pekerjaan.

Antrean pemohon AK1 di kantor Dinkopnaker Boyolali, kemarin. Dokumen tersebut sebagai syarat mencari pekerjaan. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan masyarakat mencari kerja. Terlebih angkatan kerja baru yang baru lulus sekolah SMA sederajat. Mereka menyerbu kantor Dinas Koperasi dan Tenaga kerja (Dinkopnaker) Boyolali untuk mendapatkan kartu AK1 sebagai syarat melamar kerja. 

Kepala Dinkopnaker Boyolali M. Syawalludin menuturkan, pascalebaran, permohonan pembuatan AK1 meningkat. Ditambah adanya kelulusan siswa SMA sederajat. 

Menurutnya, pencari kerja tak perlu datang ke kantor Dinkopnaker Boyolali untuk mendapatkan AK1. Pemohon bisa mendapatkan kartu kuning melalui online. "Biasanya para pencari kartu kuning mengurus sendiri melalui online. Tapi kali ini mereka juga mendaftarkan kartu prakerja melalui fasilitas yang kami sediakan," terang Syawal, kemarin (4/6). 

Salah seorang pemohon AK1, Dian Yulianti, 18, mengaku baru lulus SMA dan hendak melamar kerja di salah satu pabrik di kawasan Boyolali. "Kami malah belum tahu jika bisa (mengurus AK1) melalui online," ujar warga Ampel itu.

Andi, pencari AK1 lainnya menerangkan, sejumlah pabrik telah membuka lowongan. "Di kawasan industri Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo sudah ada yang buka lowongan," ucapnya. (wid/wa/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia