alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Melacak Jejak Perjalanan Eksistensi Laskar Sambernyawa (6)

Gelar Turnamen Hiburan setelah PSSI Berdiri

12 Juni 2020, 15: 54: 31 WIB | editor : Perdana

Bond Jakarta dan Solo bertanding di Jogja, 19 April 1930, usai peresmian PSSI

Bond Jakarta dan Solo bertanding di Jogja, 19 April 1930, usai peresmian PSSI (DOK.SEPAKRAGAMATARAM.WORDPRESS.COM)

Share this      

PSSI dibentuk di Kota Jogja, 19 April 1930. Persis termasuk jadi sebagai pendirinya. Menariknya ada pertandingan usai peresmian tersebut. Ini kisahnya.

NIKKO AUGLANDY, Solo, Radar Solo

PERSIS Solo yang saat itu masih bernama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB) ikut jadi pendiri, bersama enam klub lainnya. Yakni PSM Mataram (sekarang bernama PSIM Jogja), SIVB Surabaya (sekarang jadi Persebaya), MVB (kini PSM Madiun), IVBM Magelang (kini jadi PPSM), VIJ Jacatra (sekarang bernama Persija), dan BIVB Bandung. 

Perkembangan PSSI usai dibentuk di Jogja tahun 1930 semakin pesat. Tujuh tahun setelah terbentuk, yakni pada 1937, jumlah anggota PSSI sudah mencapai 18 bond. Sebagian besar memang masih berasal dari pulau Jawa. Jawa Tengah  jadi yang terbanyak sebagai anggota resmi PSSI pada tahun tersebut. 

Beberapa klub baru yang tercatat sebagai anggota PSSI pada 1937, antara lain PPVIM Meester Cornelis (bermarkas di Jatinegara, sekarang bagian dari Jakarta), Persib Bandung, Persitas Tasikmalaya, PSIT Cirebon, Persig Ciamis, Persip Purwokerto, PSIW Wonosobo, PSKS Kedu Selatan, PSIS Semarang, Pesiss Salatiga, PSIK Klaten, Persim Mataram hingga Ksatrya Sragen.

Sementara itu, usai rapat pembentukan PSSI di Jogja, langsung digelar sebuah turnamen antarkota (stedenwedstrijden) di Jogja. Koran berbahasa melayu Djawa Tengah terbitan 19 April 1930 mengabarkan, usai rapat berdirinya PSSI oleh empat tim pendiri, digelar sebuah turnamen (18-20 April 1930). 

Pada hari pertama, PSM Jogja bermain imbang 1-1 kontra SIVB Surabaya. SIVB berhak lolos ke final karena menang undian. Di pertandingan kedua, Persis Solo yang saat itu masih menggunakan nama VVB menantang VIJ. VVB menerjunkan komposisi terbaiknya, seperti Darto, Kirjo, Pontjo, Ismail, Giman, Djamadi, Harso, Prajatno, Warno, Darsono, dan Wisman. VIJ sendiri bermaterikan Juhusua, Sabeni, Sundaroe, Boejoeng hingga Samsoedin.

VVB harus puas kalah 3-1 dari tim VIJ. Satu-satunya gol tim Solo dicetak oleh Harso. Gol VIJ dicetak oleh Boejoeng dan Darussalam (2 gol). Di partai final VIJ jadi juara usai menang 4-2 atas SIVB. Dua kali tertinggal, VIJ akhirnya bisa juara.  

Usai kejuaraan ini, diputuskan bahwa kompetisi PSSI edisi perdana digelar 1931 di Kota Solo. ”Wakil Jakarta datang ke Jogja dengan membawa tim sepak bola. Usai rapat langsung menggelar pertandingan. Sayangnya, titel juara VIJ ini tak masuk hitungan sebagai kompetisi resmi. Titel juara VIJ di Solo tahun 1931-lah yang tercatat sebagai kejuaraan resmi PSSI perdana,” terang Abdillah Afiif, penulis buku Gue Jakarta kepada Jawa Pos Radar Solo. (Bersambung) 

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia